Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Dua hari penuh Stadion Kridanggo berubah menjadi panggung unjuk kemampuan para pesepak bola cilik. Minggu (28/6/2026), Turnamen Sepak Bola Pembinaan Usia Dini Piala Kapolres Salatiga Cup 2026 resmi ditutup Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi.
Ajang yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 itu tak sekadar menghadirkan pertandingan sengit. Dribel lincah, tekel bersih, hingga selebrasi gol ala pemain profesional mewarnai setiap laga, membuat tribun dipenuhi sorak bangga para orang tua.
Kapolres Salatiga mengatakan, kemenangan memang layak dirayakan. Namun, yang lebih penting adalah lahirnya karakter sportivitas, disiplin, kerja keras, dan mental pantang menyerah dari para pemain muda.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang berhasil meraih prestasi. Bagi yang belum berhasil menjadi juara, jangan berkecil hati. Teruslah berlatih, tingkatkan kemampuan, dan jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik. Yang terpenting adalah semangat, disiplin, sportivitas, dan rasa percaya diri dalam meraih cita-cita,” ujar AKBP Ade Papa Rihi.
Ia menegaskan, pembinaan sepak bola usia dini merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi sehat dan atlet yang mampu membawa nama daerah maupun Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Sorotan turnamen jatuh kepada Brian dari Asa Mandiri. Striker muda itu tampil tajam dengan membukukan 12 gol dan berhak menyabet gelar Top Skor. Sementara penghargaan Kiper Terbaik diraih Kelvin Dimas dari Pandanaran, sedangkan Lutfi Praka Zaidan dari Wajar Magelang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik berkat penampilan konsistennya sepanjang kompetisi.
Di kategori U-10, Wajar Magelang tampil sebagai kampiun usai menutup turnamen di posisi teratas. Pandanaran harus puas menjadi runner-up, Asa Mandiri finis di peringkat ketiga, sedangkan Nurista melengkapi posisi empat besar.
Saat peluit terakhir dibunyikan, senyum para juara, tepuk tangan penonton, hingga semangat tim yang belum berhasil menjadi pemandangan penutup yang menghangatkan Stadion Kridanggo. Kapolres Cup bukan sekadar mencari juara, tetapi menjadi panggung lahirnya bibit-bibit pesepak bola yang kelak diharapkan mampu bersinar di level nasional.
Seluruh rangkaian pertandingan final hingga penutupan berlangsung aman, tertib, lancar, dan penuh sportivitas, menegaskan sepak bola usia dini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang membangun masa depan olahraga Indonesia.(*)









Tinggalkan Balasan