DEPOK | HARIAN7.COM  – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, melakukan tinjauan langsung ke Situ Bahar untuk meninjau kondisi terkini perairan tersebut yang belakangan dikeluhkan warga akibat dugaan pencemaran. Dalam kunjungannya, Reni menjelaskan bahwa penyebab pencemaran di situ tersebut bersifat kompleks karena posisinya sebagai muara dari berbagai aktivitas.

“Situ Bahar adalah muara dari banyak aktivitas, baik dari industri maupun rumah tangga. Pencemarannya berasal dari limbah cair, limbah padat, hingga sampah,” ujar Reni saat memberikan keterangan pers melalui pesan singkat  lokasi, Sabtu (20/6/2026).

Investigasi Sungai Cijantung dan Uji Lab

Untuk memastikan sumber utama pencemar, tim DLHK telah melakukan investigasi menyeluruh di sepanjang aliran Sungai Cijantung yang bermuara ke Situ Bahar. Hasil sementara menunjukkan bahwa belum ditemukan bukti pembuangan limbah industri secara langsung ke badan air.

Namun, untuk mendapatkan data yang akurat dan ilmiah, pihak DLHK telah melakukan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium. “Kami belum menemukan pembuangan limbah industri langsung ke badan air saat investigasi. Untuk memastikan, sampel air telah kami ambil dan akan diuji di lab,” jelasnya.

Koordinasi Lintas Wilayah dan Instansi

Reni menekankan bahwa penanganan pencemaran di Situ Bahar tidak bisa dilakukan oleh Kota Depok sendiri. Upaya preventif memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSCC), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Penanganan pencemaran di Situ Bahar harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu. Ini harus terintegrasi lintas kota/kabupaten, lintas perangkat daerah, dan melibatkan stakeholder lainnya,” tegas Reni.

Upaya Perbaikan Fisik: Pengerukan dan Jaring Sampah

Sementara itu, untuk upaya perbaikan jangka pendek, DLHK Kota Depok telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan pengerukan sedimentasi. Langkah ini bertujuan mengurangi proses dekomposisi material organik di dasar badan air yang dapat memicu bau tidak sedap dan penurunan kualitas air.

Selain itu, perbaikan infrastruktur penahan sampah juga tengah dilakukan. Jaring-jaring penahan sampah diperbaiki dan diperkuat untuk meminimalisir masuknya sampah plastik dan limbah padat lainnya ke dalam tubuh Situ Bahar.

Harapan Penyelesaian Menyeluruh

Reni berharap, dengan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, kualitas air di Situ Bahar dapat kembali membaik. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Semoga dengan penanganan yang menyeluruh, kejadian serupa tidak akan terulang kembali,” pungkasnya.