Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Potongan video aksi unjuk rasa Aliansi Salatiga Menggugat di depan Gedung DPRD Kota Salatiga yang beredar luas di media sosial memunculkan narasi adanya kericuhan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa situasi secara keseluruhan berlangsung terkendali.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menjelaskan, sejak awal pengamanan pada Rabu (17/6/2026), aparat telah menerapkan pendekatan humanis dan persuasif untuk memastikan aksi berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas warga.
“Dari titik kumpul hingga seluruh rangkaian kegiatan, personel kami melakukan pengawalan dan pengamanan. Prinsip kami adalah memberikan rasa aman bagi peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan,” kata Ade Papa Rihi.
Menurutnya, massa aksi sempat melakukan long march menuju Bundaran Tamansari dan Gedung DPRD Kota Salatiga dengan pengawalan ketat. Arus lalu lintas tetap terjaga selama kegiatan berlangsung.
Di lokasi akhir aksi, sempat terjadi pembakaran ban oleh sebagian peserta. Petugas kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah risiko yang lebih besar.
“Tindakan pemadaman dilakukan semata-mata untuk keselamatan bersama. Memang sempat terjadi saling dorong, tetapi hanya berlangsung singkat dan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas,” ujarnya.
Setelah situasi mereda, dialog terbuka digelar dan dihadiri unsur pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Salatiga Wali Kota Salatiga, serta unsur TNI dari Dandim 0714/Salatiga bersama peserta aksi. Forum tersebut disebut berlangsung dinamis dan memberikan ruang penyampaian aspirasi.
Kapolres menegaskan, video yang viral di media sosial tidak menggambarkan keseluruhan rangkaian kejadian.
“Yang viral hanya beberapa detik dari peristiwa yang berlangsung berjam-jam. Faktanya, kegiatan berjalan damai, dialog berlangsung, dan massa membubarkan diri dengan tertib,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang menjaga kondusivitas, termasuk koordinator lapangan aksi dan masyarakat Kota Salatiga.









Tinggalkan Balasan