Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Aktivitas memasak lontong untuk jualan sate berubah menjadi petaka bagi Mistiyah (76), warga Lingkungan Jampiroso Utara RT 003/RW 002, Kelurahan Jampiroso, Kecamatan Temanggung, Selasa (26/5/2026) pagi. Rumah yang ditempatinya hangus dilalap api diduga akibat kebocoran gas LPG saat pergantian tabung.

Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu Mistiyah tengah memasak menggunakan kompor pertama. Di waktu bersamaan, ia hendak mengganti tabung gas pada kompor kedua yang berada berdekatan.

Tanpa disadari, terjadi kebocoran gas dari tabung LPG tersebut. Gas yang memenuhi ruangan kemudian tersambar api dari kompor yang masih menyala hingga memicu kobaran besar dari area dapur.

Api dengan cepat membesar dan merembet ke seluruh bagian rumah di kawasan permukiman padat penduduk itu.

Pelaksana Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung, Sri Haryanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 06.07 WIB.

“Api masih menyala saat tim tiba. Karena lokasi padat penduduk, kami dibantu Damkar WMK Pringsurat untuk suplai air. Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih satu jam 30 menit,” ujar Sri Haryanto.

Sebanyak 11 personel pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dengan dukungan satu unit fire truck Ayaxx dan tiga unit tangki water supply.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang warga sekitar dilaporkan mengalami luka saat proses kebakaran berlangsung.

Kebakaran menghanguskan satu rumah yang dihuni lima jiwa dan berdampak pada delapan kepala keluarga dengan total 23 jiwa di sekitar lokasi.

Kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan lima bangunan rumah di sekitar lokasi dengan nilai aset diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.

Selain petugas Damkar, proses pemadaman juga melibatkan aparat Polsek Temanggung, Polres Temanggung, serta warga sekitar. Api berhasil dipadamkan dan penanganan selesai sekitar pukul 08.45 WIB.

Damkar Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat rutin memeriksa kondisi regulator, selang, dan tabung gas LPG untuk mencegah potensi kebocoran yang dapat memicu kebakaran.