SALATIGA | HARIAN7.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang sering membuat perhatian anak-anak terpecah ke layar, ratusan siswa di SDIT Nidaul Hikmah Salatiga justru menutup tahun pembelajaran dengan capaian yang berbeda: menuntaskan hafalan Al-Qur’an dan berdiri di hadapan orang tua sebagai wisudawan tahfidz.

Sebanyak 516 siswa kelas 1 hingga kelas 6 mengikuti Wisuda Tahfidz dan Khotmil Qur’an yang digelar di Masjid Darul Amal, Sabtu (23/5/2026). Agenda tahunan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi penanda perjalanan pembelajaran Al-Qur’an yang ditempuh para siswa sejak dini.

Kepala Sekolah SDIT Nidaul Hikmah Salatiga, Dony Prasetyo Nugroho, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas proses panjang yang telah dilalui siswa dalam program unggulan sekolah, yakni tahfidz dan tahsin.

“Wisuda ini menjadi bentuk penghargaan atas capaian pembelajaran Al-Qur’an yang telah diselesaikan siswa. Kami berharap ini tidak berhenti pada hafalan, tetapi menjadi bekal karakter dalam kehidupan mereka,” ujarnya kepada Harian7.com.

Melalui program tersebut, siswa didorong menyelesaikan target hafalan sesuai jenjang sekaligus menuntaskan pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Tilawati.

Capaian hafalan disusun bertahap. Siswa kelas 1 menyelesaikan Juz 30, kelas 2 Juz 29, kelas 3 Juz 28, kelas 4 Juz 1, kelas 5 Juz 2, dan kelas 6 Juz 3.

Dari ratusan peserta, satu nama mendapat perhatian khusus. Ananda Luthfia Zahra Talita dari kelas 6 Ja’far bin Abi Thalib berhasil mencatat capaian hafalan hingga 9 juz Al-Qur’an, sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa pendidikan dasar tak hanya berbicara soal angka rapor, tetapi juga konsistensi, disiplin, dan ketekunan.

Mengangkat tema “Membentuk Generasi Madani Bersama Al-Qur’an”, sekolah menempatkan kegiatan ini sebagai jawaban atas tantangan pendidikan masa kini: bagaimana membangun generasi yang tidak hanya cakap menghadapi perkembangan zaman, tetapi juga memiliki pijakan nilai.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Korwil Tingkir, Nur Rohmah Wibawati, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas semangat serta pencapaian menghafal Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar.

Momen paling emosional hadir di penghujung acara. Prosesi penyerahan mahkota dari anak kepada orang tua menjadi simbol penghormatan dan bakti atas perjalanan panjang mendampingi proses belajar. Di tengah suasana haru, pesan yang ingin ditinggalkan terasa jelas: pendidikan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang tumbuh dengan nilai yang tetap terjaga.

Melalui wisuda ini, SDIT Nidaul Hikmah Salatiga berharap para lulusan tahfidz kelak tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari dan memberi manfaat bagi masyarakat.(*)