UNGARAN,HARIAN7.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang menggelar pelatihan spesialisasi pertolongan pertama di Markas PMI, Jalan Gatot Subroto, Ungaran, Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan intensif selama dua hari ini bertujuan untuk mempertajam kemampuan dan kecepatan tanggap para relawan saat menangani korban kecelakaan di lapangan.
Kunci Keselamatan Korban Kecelakaan
Ketua PMI Kabupaten Semarang, Moh Taufik, membuka langsung pelatihan tersebut pada Sabtu pagi.
Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa keahlian pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai oleh seluruh komponen PMI.
Tindakan awal yang tepat dinilai sangat krusial untuk menekan risiko cedera parah hingga menyelamatkan nyawa korban.
“Penyegaran kemampuan ini penting guna mengasah naluri dan kompetensi para relawan agar berhasil melakukan tugasnya,” ujar Moh Taufik yang didampingi Kepala Bidang SDM dan Relawan, Dewanto Leksono Widagdo.
Taufik berharap pelatihan berkelanjutan ini mampu mempertebal rasa percaya diri relawan.
Dengan pengetahuan yang terus berkembang, para relawan diharapkan memiliki mental yang teguh namun tetap bekerja sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP).
Tangani 23 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Semarang, Tri Astanto, melaporkan bahwa menjelang akhir Semester I tahun 2026, PMI telah menangani pelayanan pertolongan pertama pada 23 kasus kecelakaan lalu lintas.
“Enam fasilitator pelatihan kali ini berasal dari PMI Jawa Tengah. Mereka telah mengantongi sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelas Tri Astanto.
Ia menambahkan, PMI Kabupaten Semarang saat ini sudah memiliki seorang fasilitator Pertolongan Pertama bersertifikat.
Selain itu, ada pula relawan yang menguasai keahlian:Program dukungan psikologis (psychological support program)Sanitasi air dan kebersihan (water and sanitation hygiene)Para relawan ahli ini terus diberdayakan untuk menularkan ilmunya kepada anggota lain.
“Kami juga mendorong mereka agar segera memperoleh sertifikat profesi resmi,” tambahnya.
Manfaat besar dari pelatihan ini turut dirasakan oleh salah satu peserta, Fahri Iqsan Nurhadi. “Pelatihan ini sangat membantu tugas saya yang kebetulan juga menjadi fasilitator PMR (Palang Merah Remaja),” pungkas Fahri.
Laporan : Shodiq









Tinggalkan Balasan