HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Demokrasi dari Mimbar: 620 Warga Kuncen Coblos Ketua Takmir Masjid

Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Praktik demokrasi tak hanya berlangsung dalam pemilihan pejabat publik. Di Dusun Kuncen, Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, sebanyak 620 warga justru mempraktikkannya untuk memilih ketua takmir masjid melalui mekanisme pencoblosan, Minggu (19/4/2026).

Pemilihan ini digelar layaknya pemilu pada umumnya. Warga yang telah berusia 17 tahun ke atas menerima undangan dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yang disiapkan panitia. Suasana pun tak jauh berbeda dari hari pencoblosan nasional, lengkap dengan bilik suara, meja pendaftaran, tinta, hingga pengamanan dari Linmas.

Baca Juga:  Miras “Es Moni” Disamarkan Seperti Minuman Biasa, Polisi Bongkar Penjualan Terselubung di Kudus

Panitia menyediakan dua TPS, yakni di Masjid Raudhatul Jannah sebagai TPS 1 dan di SDN Badran 1 sebagai TPS 2. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi yang mencapai 490 pemilih dari total 620 daftar pemilih tetap.

Kepala Dusun Kuncen, Hariyanto, menjelaskan, metode pencoblosan sengaja dipilih untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sekaligus menghapus kesan eksklusivitas dalam pengelolaan masjid.

Baca Juga:  Avanza Terbakar di Salatiga, Diduga Akibat Percikan Kabel Sound System

“Ada tiga calon yang bisa dipilih warga. Kami ingin warga terbiasa dengan proses demokrasi, tidak ada kecurangan, dan tidak muncul anggapan bahwa pengurus masjid hanya dari kalangan tertentu,” ujar dia.

Tiga kandidat yang maju dinilai memiliki kapasitas untuk memajukan masjid. Hasil penghitungan suara menunjukkan kandidat nomor urut 2, Faiz Hasan, unggul dengan perolehan 250 suara. Sementara kandidat nomor urut 1 meraih 69 suara dan kandidat nomor urut 3, Endro Adi Purnomo, memperoleh 167 suara. Sebanyak 4 surat suara dinyatakan tidak sah.

Baca Juga:  Diabaikan Dua Tahun, Korban Penganiayaan di Depok Adukan Kasus ke Paminal

Usai ditetapkan sebagai ketua takmir terpilih, Faiz Hasan menyatakan akan mengedepankan kerja kolektif dalam menjalankan amanah.

“Saya akan berusaha menjalankan tugas ini sebaik-baiknya bersama seluruh pengurus. Semoga masjid ini ke depan semakin ramai dan menjadi pusat ibadah umat,” kata Hasan.

Pemilihan ini menjadi gambaran bagaimana nilai demokrasi dapat tumbuh dari ruang-ruang sosial terkecil, bahkan dari lingkungan masjid di tingkat dusun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!