HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Jawa Tengah Jadi Pilot Project Nasional Kemitraan Makan Bergizi Gratis

Laporan : Shodiq

SEMARANG,HARIAN7.COM — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan resmi menunjuk Provinsi Jawa Tengah sebagai proyek percontohan (pilot project) penguatan kemitraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan mengintegrasikan sektor perikanan, UMKM, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mendongkrak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan konsumsi protein ikan masyarakat.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Pangan, Dandy Satria Iswara, menyatakan bahwa Jawa Tengah dipilih karena dinilai paling siap secara sistem dan infrastruktur. Saat ini, Jateng memiliki potensi penerima manfaat mencapai 9,63 juta orang atau sekitar 11 persen dari total target nasional yang sebesar 82,9 juta jiwa.

Baca Juga:  Tekan Kemiskinan 9,39%, Ahmad Luthfi Minta Kadin Optimalkan CSR

“Dukungan Jawa Tengah sangat kuat. Sekitar 3.800 SPPG sudah beroperasi dengan tingkat pembangunan mencapai 97 persen. Selain kuantitas, kualitasnya juga terjaga dengan ribuan tenaga chef tersertifikasi dan standar keamanan pangan berbasis HACCP,” ujar Dandy saat membuka FGD Penguatan Kemitraan MBG di Ghradhika Bhakti Praja, Senin (13/4/2026).

Dandy menjelaskan, program MBG bukan sekadar pemenuhan gizi, melainkan investasi ekonomi jangka panjang. Sekitar 70 persen anggaran program dialokasikan untuk belanja bahan pangan yang menyasar langsung petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Candi 2025, Polres Semarang Siap Amankan Lebaran

Untuk memperkuat rantai pasok, pemerintah mendorong komoditas perikanan seperti lele, nila, patin, hingga tuna menjadi menu utama. Penguatan ini didukung oleh keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah pesisir seperti Jepara, Pati, Kebumen, dan Purworejo, serta pengembangan budidaya bioflok di daerah pedalaman.

Optimisme juga datang dari pelaku usaha. Sri Narsih, pemilik UMKM olahan ikan nila asal Banyumas, mengaku produknya kini mulai diserap oleh SPPG. “Olahan nila crispy kami menjadi alternatif protein yang praktis. Kami berharap kemitraan ini memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan kesejahteraan pengrajin ikan,” tuturnya.

Baca Juga:  DPD LAI Jateng Kecewa, Nilai Layanan Distaru Semarang Buruk

Sementara itu, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jateng, Hanung Triyono, menegaskan bahwa momentum ini akan dimanfaatkan untuk mendorong hilirisasi produk perikanan. Dengan wilayah pesisir utara dan selatan yang luas, sinergi antara nelayan dan SPPG diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan di Jawa Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!