HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Sekolah Aman Tak Cuma Bebas Kekerasan, Disdikpora Kudus Tekankan Kesehatan Mental hingga Keamanan Digital

Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – Upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman kini tidak lagi sebatas pada aspek fisik. Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mulai mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk kesehatan mental dan keamanan digital siswa.

Hal itu diwujudkan melalui kegiatan pendampingan implementasi budaya sekolah aman dan nyaman bagi kepala SD dan SMP se-Kabupaten Kudus yang digelar di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Senin hingga Rabu (6–8 April 2026).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Unit PPA Polres Kudus dan Himpunan Asosiasi Psikolog Jawa Tengah guna memberikan edukasi komprehensif kepada para kepala sekolah.

Baca Juga:  Operasi Pekat, Polres Banjar Amankan Puluhan Botol Miras

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus Anggun Nugroho melalui Kepala Seksi Kurikulum Pendidikan Dasar, Maulana Majid mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan budaya sekolah.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Permendikbud Nomor 6 Tahun 2026 tentang budaya sekolah aman dan nyaman. Kami memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan SD dan SMP agar kebijakan ini bisa diterapkan secara nyata,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep sekolah aman dan nyaman mencakup lebih dari sekadar keamanan fisik. Budaya tersebut dibangun melalui nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku positif di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Pemdes Ngrendeng Prioritaskan DD Tahun 2021 Untuk Pembangunan Rabat Jalan dan Talud Penahan Tanah

“Budaya ini dibangun melalui tata nilai, sikap, kebiasaan dan perilaku di lingkungan sekolah untuk menjamin kebutuhan dasar siswa,” jelasnya.

Menurut Maulana, terdapat empat aspek utama yang menjadi fokus dalam program tersebut, yakni pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, serta keamanan sosial budaya termasuk di ruang digital.

“Empat hal utama yang ditekankan yaitu pemenuhan kebutuhan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, serta keamanan sosial kultural termasuk keamanan digital,” paparnya.

Dalam pelaksanaannya, Disdikpora mengundang kepala sekolah dari sembilan kecamatan secara bergiliran selama tiga hari. Para peserta diharapkan dapat menindaklanjuti hasil kegiatan dengan menyosialisasikan kepada guru, siswa, hingga orang tua.

Baca Juga:  Erika Kurniasari, Perenang Difabel dari Klaten Raih Emas di Peparnas XVII Berkat Tekad dan Dukungan Keluarga

“Kami undang kepala sekolah, nanti mereka yang akan menindaklanjuti dengan memberikan pendampingan kepada guru, kemudian disosialisasikan kepada wali murid agar semua memahami pentingnya budaya sekolah aman,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan orang tua menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Menurutnya, pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga.

“Kami juga menekankan pentingnya sinergi dengan orang tua karena pembentukan karakter anak tidak bisa hanya dilakukan sekolah saja,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!