HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Waisak 2026 Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan, Menag Ajak Umat Tebar Energi Kedamaian

JAKARTA | HARIAN7.COM – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan menebarkan nilai-nilai kedamaian di tengah masyarakat yang beragam.

Pesan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Perwakilan Umat Buddha Indonesia atau WALUBI di kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal penguatan koordinasi antara pemerintah dan umat Buddha dalam memastikan seluruh rangkaian Waisak berjalan lancar, tertib, dan khidmat.

Audiensi turut dihadiri Wakil Ketua Panitia Waisak dari WALUBI Karuna Murdaya, panitia Prajna Murdaya, Bhikkhu Sangha, serta sejumlah perwakilan lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, WALUBI memaparkan rangkaian kegiatan Waisak yang berskala nasional dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Perayaan akan berlangsung pada 10 Mei hingga 5 Juni 2026, dimulai dari karya bakti di Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia, bakti sosial kesehatan, hingga ritual keagamaan seperti pengambilan Api Dharma di Mrapen dan Air Suci di Umbul Jumprit.

Baca Juga:  Setiap gigitan punya cerita! Bolang-Baling 89, Si Bantal Renyah yang Bikin Ketagihan

Puncak perayaan akan digelar di Candi Borobudur dan Candi Mendut, yang akan ditutup dengan festival lampion.

Mengusung tema “Dharma Sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia”, perayaan Waisak tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi landasan spiritual, tetapi juga tercermin dalam kehidupan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan harmoni.

Baca Juga:  Gempur Narkoba! Polri Selamatkan 35,7 Juta Jiwa dan Ubah 145 Kampung Jadi Zona Bersih!

Menag menekankan pentingnya Candi Borobudur sebagai simbol keagamaan sekaligus pusat ibadah umat Buddha, baik di tingkat nasional maupun global. Oleh karena itu, persiapan yang matang dinilai krusial agar perayaan berlangsung khidmat dan bermakna.

“Borobudur bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga pusat ibadah umat Buddha. Karena itu, perayaan Waisak harus kita siapkan dengan baik agar berlangsung khidmat dan memberikan makna yang mendalam,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, Waisak merupakan momentum strategis untuk memperkuat nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama. Menurutnya, ajaran Dharma yang diangkat dalam tema tahun ini relevan untuk membangun masyarakat yang damai dan berkeadaban.

Baca Juga:  Pemprov Jateng Beri Tali Asih untuk Penghafal Al-Qur’an, Haflah Akbar di Kudus Pecahkan Rekor MURI

“Tema yang diangkat tahun ini sangat kuat. Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan harus menjadi pijakan dalam kehidupan berbangsa. Dari situ lahir cinta kasih yang menjadi dasar perdamaian dunia,” lanjutnya.

Nasaruddin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, panitia, dan masyarakat luas. Sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan, baik yang bersifat keagamaan maupun sosial.

Ia berharap perayaan Waisak 2570 BE/2026 tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi juga momentum refleksi bersama dalam merawat kebhinekaan.

“Waisak harus menjadi energi kolektif untuk memperkuat persaudaraan, menebarkan kedamaian, dan merawat kebhinekaan yang menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.(Yuanta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup
error: Content is protected !!