HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Dorong Daya Saing, LP3H Universitas Asahan Bagikan 395 Sertifikat Halal dan NIB Gratis, UKM Rowosari Go Digital

Laporan: Fera M                                              Editor: Shodiq

KAB. SEMARANG, HARIAN7. COM – Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) Universitas Asahan kembali menyerahkan ratusan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) di Desa Rowosari, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/3/2026).

Sebanyak 395 warga dari lima dusun di Desa Rowosari menerima sertifikat tersebut di aula desa setempat. Tak hanya sertifikat halal, para pemilik usaha mulai dari aneka keripik, frozen food, hingga kudapan tradisional juga mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis.

Baca Juga:  Stok Bapokting di Kabupaten Semarang Aman Hingga Lebaran, Bupati: Jika Harga Melonjak, Kami Operasi Pasar

Perwakilan LP3H Universitas Asahan, Choerul Amar, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Menteri Agama RI yang mewajibkan sertifikasi halal bagi seluruh produk yang beredar di Indonesia.

“Kebanyakan pelaku UKM yang kami dampingi belum memiliki NIB, padahal itu syarat utama. Karena itu, kami bantu proses NIB sekaligus sertifikat halalnya secara gratis,” ujar Choerul.

Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar label, melainkan jaminan kualitas dan keamanan produk. Dengan mengantongi sertifikat halal, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pasar hingga ke level global.

Baca Juga:  LP3H Universitas Asahan Bagikan 601 Sertifikat Halal Pelaku UKM Kec. Tuntang

Apresiasi senada disampaikan oleh Camat Tuntang, Dhani Ardianto. Ia menilai legalitas usaha ini menjadi modal penting bagi warga Rowosari untuk merambah pasar digital.

“Di era digitalisasi, peluang pemasaran terbuka lebar secara daring. Dengan sertifikat halal ini, produk UKM kita punya nilai jual lebih,” kata Dhani.

Meski demikian, Dhani mengingatkan para perajin agar tidak cepat puas. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas, kebersihan proses produksi, hingga estetika kemasan agar produk lokal mampu bersaing ketat di pasaran.

Baca Juga:  Capai 95 Persen, Gudang Koperasi Merah Putih Bergas Kidul Siap Jadi Motor Ekonomi Desa

Salah satu penerima manfaat, Mita Utami, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Pemilik usaha frozen food seperti tahu bakso dan bistik ini merasa lebih percaya diri untuk memasarkan produknya ke jangkauan yang lebih luas.

“Sertifikat ini menjadi jaminan bagi pelanggan bahwa produk saya aman dan halal. Sangat beruntung bisa dapat NIB dan sertifikat halal gratis,” pungkas Mita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!