Momen Emosional di Makodim Salatiga: Pagar Betis dan Andong Lepas Kepergian Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes
SALATIGA |HARIAN7.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0714/Salatiga resmi memulai babak baru kepemimpinan. Jabatan Komandan Kodim (Dandim) diserahterimakan dari Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes kepada Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho dalam acara pisah sambut yang berlangsung khidmat di Makodim 0714/Salatiga, Kamis (12/2/2026).
Acara yang digelar di Jalan Diponegoro No. 35 ini dihadiri oleh sekitar 700 tamu undangan, jajaran perwira, anggota Kodim, serta Persit Kartika Chandra Kirana.
Dalam sambutannya, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes yang telah memimpin selama 22 bulan atau 657 hari, mengungkapkan rasa harunya. Baginya, masa tugas di Salatiga meninggalkan kesan mendalam yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
“Saya dan keluarga mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan selama bertugas di sini. Mohon doa restunya, karena kami dipercaya mengemban amanah baru sebagai Wa Aster Kasdam IV/Diponegoro,” ujar Letkol Guvta di hadapan seluruh personel.
Sementara itu, pejabat baru Dandim 0714/Salatiga, Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, memperkenalkan diri sekaligus memaparkan rekam jejak militernya yang meliputi penugasan di Kodam II/Sriwijaya, Papua, hingga Aceh. Ia berharap sinergitas yang telah terbangun dapat terus terjaga.
“Kami memohon dukungan dari rekan-rekan sekalian agar dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami juga memohon bimbingan dari senior kami, Letkol Inf Guvta, dan berkomitmen untuk melanjutkan program serta pengabdian kepada masyarakat,” tegas Letkol Kav Fajar.
Suasana haru memuncak saat tradisi pelepasan satuan dimulai. Acara diawali dengan pemasangan foto pejabat lama, dilanjutkan dengan pengalungan bunga oleh Letkol Kav Fajar kepada Letkol Inf Guvta.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir di Makodim, seluruh anggota TNI, PNS, dan Ibu-ibu Persit membentuk pagar betis untuk bersalaman. Prosesi pelepasan ditutup dengan momen ikonik di mana Letkol Inf Guvta beserta istri meninggalkan gerbang Makodim menggunakan andong, setelah menerima penghormatan terakhir yang dipimpin langsung oleh Dandim baru.












Tinggalkan Balasan