HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

Menu MBG di Kabupaten Semarang Dikeluhkan: Hanya Berisi Ubi, Pisang dan Telur Puyuh

KABUPATEN SEMARANG|HARIAN7.COM  – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kabupaten Semarang menuai kritik tajam. Alih-alih mendapatkan menu seimbang, para siswa justru menerima paket makanan yang dinilai jauh dari standar kecukupan gizi nasional, Kamis (26/2/2026).

Kekecewaan mencuat di Kecamtan Pabelan, di mana paket MBG yang dibagikan hanya berisi satu buah pisang kecil, empat butir telur puyuh bagi siswa kelas 1,2,3, dan sepotong ubi jalar. Komposisi yang terlampau sederhana ini memicu protes dari orang tua murid.

Baca Juga:  Alim Cantik Hadir Di Cilacap, Apa itu Alim Cantik?

“Kaget melihat isinya hanya sepotong ubi, empat telur puyuh, dan pisang kecil. Rasanya kurang layak disebut menu bergizi bagi anak sekolah,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kondisi tak jauh berbeda ditemukan di SDN 3 Pringapus. Di sekolah tersebut, siswa menerima tiga lembar roti tawar dengan satu sendok abon dan satu kotak susu kemasan kecil. Menu yang tampak “seadanya” ini memicu pertanyaan publik terkait standardisasi dan pengawasan distribusi anggaran negara di lapangan.

Baca Juga:  Puluhan Tahun Terisolasi, Warga Kalikurmo Tak Lagi Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Tuntang Setelah Jembatan Gantung Diresmikan

Salah satu guru di SD Negeri  di Kecamatan Pabelan mengaku telah mencoba mengonfirmasi temuan ini kepada pihak SPPG. Berdasarkan keterangan petugas SPPG, terdapat kendala pada rantai supplier.

“Kata petugas SPPG, menu hari ini memang kurang satu jenis karena ada mis dengan Supplier . Janjinya, kekurangan tersebut akan dirapel besok,” terangnya.

Namun, upaya klarifikasi lebih lanjut kepada pimpinan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait menemui jalan buntu. Pihak pimpinan tidak berkenan memberikan keterangan resmi.

Baca Juga:  Timpora Purbalingga Wujudkan Kota Ramah Investasi Bagi WNA

Winy, staf akuntan yang mewakili pihak penyedia, justru mempertanyakan izin peliputan saat dikonfirmasi oleh awak media. “Apakah sudah ada izin? Pesan pimpinan harus ada izin dahulu,” dalihnya tanpa merinci prosedur izin yang dimaksud.

Hingga berita ini diunggah, instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai standar menu minimal yang harus dipenuhi oleh para mitra penyedia dalam program MBG tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: Content is protected !!