Laporan: Budi Santoso
NGAWI, HARIAN7.COM – Biaya pakan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi peternak ayam petelur skala kecil. Untuk membantu meringankan beban tersebut, Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 10,5 ton jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram kepada peternak mikro di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.
Penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu dilakukan secara simbolis di Desa Ploso, Kecamatan Kendal, Kamis (5/11/2026).
Tak hanya membantu dari sisi biaya produksi, pemerintah juga menyiapkan program penyerapan telur ayam dari peternak mikro. Langkah ini diharapkan bisa membantu menjaga pasar hasil produksi peternak.
Dalam kegiatan tersebut, BULOG Kantor Cabang Madiun juga melakukan penyerapan simbolis telur ayam dari peternak di wilayah Ngawi. Program pembelian telur direncanakan berlangsung secara bertahap hingga Desember 2026.
Kepala Cabang Perum BULOG Madiun, Agung Sarianto, mengatakan penyaluran jagung SPHP merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan usaha peternak kecil.
Menurut dia, BULOG telah menyalurkan total 365 ton jagung SPHP kepada peternak mikro yang terdaftar sebagai penerima berdasarkan Surat Keputusan (SK) 2 dan SK 3 Badan Pangan Nasional.
“Kami telah menyalurkan sebanyak 365 ton jagung SPHP kepada peternak yang namanya tercantum dalam SK 2 dan SK 3 Bapanas sebagai penerima jagung SPHP. Melalui penyaluran ini, pemerintah berkomitmen memastikan para peternak mikro memperoleh dukungan nyata agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, jagung tersebut disediakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG bagi peternak mikro yang memenuhi ketentuan program.
Agung menilai, stabilitas pangan tidak hanya soal memastikan barang tersedia di pasar. Keberlangsungan usaha para peternak sebagai bagian dari rantai produksi pangan juga perlu mendapat perhatian.
“BULOG memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
Ia berharap kombinasi penyaluran jagung murah dan penyerapan telur dapat membantu menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat pasokan pangan bagi masyarakat.
Peternak Diajak Menyampaikan Aspirasi
Selain penyaluran bantuan, kegiatan di Desa Ploso juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara pemerintah, BUMN pangan, dan peternak.
Melalui dialog bersama perwakilan peternak dari sejumlah wilayah, pemerintah berupaya menyerap aspirasi sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Dengan komunikasi tersebut, pelaksanaan program diharapkan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan peternak.
Kegiatan di Ngawi ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, di Blitar, Jawa Timur.
Dalam agenda di Blitar tersebut turut hadir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Ida Bagus Purwalaksana, Wakil Menteri Pertanian Saleh Mustafa, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo, serta Bupati Blitar Rijanto.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, dan koperasi peternak, BULOG berharap dukungan terhadap peternak mikro tidak berhenti pada penyaluran jagung. Penguatan pasar hasil produksi juga menjadi bagian penting agar usaha peternakan rakyat tetap berjalan.









Tinggalkan Balasan