Laporan: Noviyanto
KENDAL,HARIAN7.COM – Membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya melalui penindakan pelanggaran. Kesadaran dan kedisiplinan pengguna jalan perlu ditanamkan sejak dini, terutama kepada kalangan pelajar.
Upaya tersebut dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal melalui edukasi keselamatan berkendara dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026 di Lapangan Pancasila SMAN 1 Kendal, Kamis (29/10/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu dipimpin Kepala Satlantas Polres Kendal AKP Doohan Octa Prasetya, S.Tr.K., S.I.K., bersama Kanit Regident dan sejumlah personel Satlantas. Para siswa dan siswi mengikuti pembinaan mengenai aturan berkendara serta pentingnya keselamatan di jalan raya.
Dalam sosialisasi tersebut, polisi memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta risiko berkendara tanpa memperhatikan aspek keselamatan.
Kasat Lantas Polres Kendal AKP Doohan Octa Prasetya mengatakan, edukasi kepada pelajar menjadi salah satu langkah preventif untuk membangun kesadaran berlalu lintas.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar mematuhi aturan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Ia berharap para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Doohan, peningkatan kesadaran generasi muda diharapkan turut mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kabupaten Kendal.
Melalui pendekatan edukasi di lingkungan sekolah, Satlantas Polres Kendal berupaya membangun pemahaman bahwa keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata kewajiban untuk menghindari sanksi pelanggaran.









Tinggalkan Balasan