Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA,HARIAN7.COM – Lahan di lingkungan rumah tahanan tak hanya dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Di Rutan Kelas IIB Salatiga, area yang tersedia justru dioptimalkan menjadi lahan produktif untuk menghasilkan komoditas pangan.
Hasilnya, sebanyak 12 kilogram sayuran berhasil dipanen dalam kegiatan panen terong dan cabai yang berlangsung Jumat (30/10/2026). Panen tersebut terdiri atas 8 kilogram terong dan 4 kilogram cabai.
Menariknya, Kepala Rutan Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, tidak sekadar memantau kegiatan dari jauh. Ia turun langsung ke lahan bersama jajaran pegawai untuk memetik hasil tanaman yang telah memasuki masa panen.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa optimalisasi lahan, meskipun dalam skala terbatas, dapat menghasilkan komoditas pangan yang memiliki nilai manfaat. Selain mendukung ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi bentuk pemanfaatan aset lingkungan secara lebih produktif.
Anda Tuning mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari kontribusi Rutan Salatiga dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Melalui pemanfaatan lahan yang tersedia, kami ingin menunjukkan bahwa lingkungan Rutan juga memiliki potensi untuk menghasilkan produk pangan yang bermanfaat. Hasil panen ini merupakan buah dari kerja sama dan kepedulian seluruh jajaran dalam mengoptimalkan lahan yang ada,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada panen kali ini. Pengembangan lahan produktif akan terus dilakukan agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan Rutan Salatiga terhadap 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya penguatan ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan produktif.
Di sisi lain, aktivitas pertanian ini juga memiliki dimensi pembinaan. Pemanfaatan lahan dapat dikembangkan sebagai sarana pembelajaran keterampilan dan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Dengan hasil panen 12 kilogram terong dan cabai, Rutan Salatiga menunjukkan bahwa produktivitas tidak selalu bergantung pada luas lahan. Pengelolaan yang konsisten dan keterlibatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia.









Tinggalkan Balasan