UNGARAN,HARIAN7.COM — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Semarang sekaligus Kepala Desa Keji, Siswanto, memberikan apresiasi tinggi kepada para kepala desa petahana yang kembali maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026. Pihaknya juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pesta demokrasi tingkat desa tersebut berlangsung.

Pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2026 di Kabupaten Semarang mulai memasuki tahapan krusial. Kehadiran para figur petahana dalam kontestasi tahun ini dinilai membawa dampak positif terhadap keberlanjutan program pembangunan di wilayah masing-masing.

Siswanto menyatakan bahwa keputusan para petahana untuk mencalonkan diri kembali menunjukkan besarnya komitmen dan dedikasi mereka dalam melanjutkan pengabdian kepada masyarakat desa.

“Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan petahana yang kembali maju bertarung di Pilkades 2026. Ini adalah bukti nyata dari jiwa pengabdian yang tidak putus untuk memajukan desa,” ujar Siswanto saat memberikan keterangan di Kantor Kepala Desa Keji, Ungaran, Jumat (23/10/2026).

Selain memberikan dukungan moral kepada sesama kepala desa, Siswanto juga memberikan perhatian besar pada aspek stabilitas keamanan di tingkat akar rumput. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam alam demokrasi, namun persatuan warga harus tetap menjadi prioritas utama.

Lebih lanjut, ia mengimbau dan berharap kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

“Saya meminta kepada seluruh warga di wilayah yang menggelar Pilkades untuk bersama-sama mengawal proses ini dengan damai. Mari kita jaga keamanan, ketertiban, dan kondusifitas wilayah kita masing-masing agar melahirkan pemimpin yang amanah,” tegasnya.

Pilkades serentak Kabupaten Semarang 2026 diharapkan dapat berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Kesadaran politik masyarakat yang matang dipandang menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim pemilihan yang sehat, jujur, dan kondusif.(sdq/h7).