KABUPATEN SEMARANG | HARIAN7.COM – Pesta demokrasi tingkat desa di Desa Polosiri, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang kembali bergairah menjelang pemilihan kepala desa tahun 2026.
Salah satu figur yang menjadi sorotan dan kembali mengambil bagian dalam kontestasi ini adal petahana Nurgiyanto yang sebelumnya telah memimpin Desa Polosiri pada periode lalu.
Nurgiyanto mengatakan Keputusannya untuk kembali maju di bursa pencalonan didasari oleh panggilan pengabdian serta komitmen yang kuat untuk menuntaskan berbagai agenda pembangunan yang belum rampung.
“bahwa masa kepemimpinannya yang lalu telah meletakkan fondasi dasar pembangunan, namun masih ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) strategis yang harus diselesaikan demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya, kepada harian7.com, di Kantor Desa Polosiri, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, Sebagai petahana menyadari bahwa tantangan memimpin desa ke depan semakin kompleks dan bahwa motivasi mendasar pencalonannya kali ini adalah untuk merawat keberlanjutan program pembangunan yang sudah dirintis bersama warga.
”Dari berbagai program pembangunan yang sudah berjalan, masih ada beberapa pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas di periode lalu. Inilah yang menjadi visi keberlanjutan utama kami untuk diselesaikan jika kembali diberi kepercayaan oleh masyarakat,” jelasnya.
Nurgiyanto menyadari bahwa warga menginginkan adanya penyegaran agar roda pemerintahan tidak berjalan monoton. Oleh karena itu berkomitmen menghadirkan terobosan-terobosan baru.
“yang berfokus pada efisiensi birokrasi, transparansi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan di tingkat desa,” ujarnya.
Nurgiyanto menyatakan, Disektor perekonomian, fokus utama ada pada periode mendatang adalah mendorong kemandirian finansial desa serta merancang langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada di Desa Polosiri.
“mulai dari sektor pertanian, pengembangan UMKM, hingga penguatan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) dan kesejahteraan warga,” terangnya.
Nurgiyanto menambahkan, Selain aspek ekonomi peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi sorotan utamanya. Merespons dinamika dan masukan warga terkait kecepatan birokrasi juga telah menyiapkan inovasi pelayanan yang lebih modern, ramah, cepat, dan transparan di kantor desa.
”Kami ingin memastikan bahwa ke depan, pelayanan administrasi warga tidak lagi berbelit-belit. Inovasi berbasis kemudahan akses dan transparansi akan menjadi prioritas agar warga merasa benar-benar terlayani dengan optimal,” ucapnya.
Dengan pengalaman memimpin di periode sebelumnya serta visi pembaharuan yang ditawarkan, pencalonan Nurgiyanto di Pilkades Polosiri tahun 2026 ini diharapkan mampu membawa desa menuju tingkat kemajuan yang lebih tinggi, mandiri dan sejahtera.









Tinggalkan Balasan