Laporan: Muhamad Nuraeni

GROBOGAN,HARIAN7.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi turut menyukseskan program IMIPAS Peduli melalui penyaluran 100 tangki air bersih dan 100 paket sembako bagi masyarakat terdampak kekeringan serta asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026 tersebut berlangsung di Dukuh Kedungglagah, Desa Pelem, Kecamatan Jati, Rabu (28/10/2026).

Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, turut mengikuti kegiatan yang menjadi wujud kepedulian jajaran Kemenimipas terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih.

Bantuan air bersih didistribusikan ke 10 desa di Kecamatan Jati, dengan alokasi masing-masing desa sebanyak 10 tangki. Selain itu, sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

“Kegiatan ini tentunya menjadi momentum untuk menguatkan kebersamaan dan bentuk kepedulian terhadap sesama,” ujar Erik Murdiyanto.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah, para kepala unit pelaksana teknis pemasyarakatan se-Karesidenan Pati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jati, serta Kepala Desa Pelem.

Penyerahan bantuan secara simbolis menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara jajaran Kemenimipas, pemerintah setempat, dan masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan.

Partisipasi Lapas Purwodadi dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen jajaran pemasyarakatan untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Erik berharap bantuan yang disalurkan dalam momentum Hari Bakti Kemenimipas ke-2 Tahun 2026 dapat meringankan beban warga sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

“Dengan semangat Hari Bakti Kemenimipas diharapkan terus dapat memberikan dampak manfaat bagi masyarakat luas sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan,” pungkasnya.