Tim
NGANJUK | HARIAN7.COM – Tata kelola proyek bantuan pembangunan di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Kabupaten Nganjuk disorot. Oknum perorangan berinisial BY diduga Pemborong yang mengerjakan proyek bernilai miliaran rupiah yang seharusnya dikerjakan secara swakelola oleh pihak sekolah.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan (GAKK) Kabupaten Nganjuk menyoroti adanya dugaan pelanggaran mekanisme swakelola dalam pelaksanaan proyek-proyek tersebut.
Berdasarkan penelusuran awak media, dugaan tersebut mencuat dari pengakuan sumber internal salah satu SMK Swasta penerima program. Sumber menyebut oknum berinisial BY diduga mengkoordinir pengerjaan proyek fisik di beberapa SMK Swasta penerima bantuan.
Pengakuan tersebut diperkuat oleh salah satu Kepala SMK Swasta di Nganjuk yang membenarkan adanya pihak luar yang menawarkan diri untuk mengerjakan proyek sejak program diterima sekolah.
“Ketika sekolah kami dapat program, memang ada oknum-oknum tertentu yang menawarkan diri untuk mengerjakan proyek tersebut sejak awal,” ungkap Kepala Sekolah yang namanya tidak mau disebut.
Ketua LSM GAKK Kabupaten Nganjuk, Sumarno menegaskan, bahwa bantuan pemerintah untuk pembangunan sekolah wajib dilaksanakan secara swakelola sesuai petunjuk teknis.
“Seharusnya proyek tersebut dikerjakan secara swakelola oleh sekolah dan panitia pembangunan sekolah. Jika dikerjakan secara borongan oleh pihak luar dan terpusat pada satu orang, ini patut diduga tidak sesuai dengan Juknis dan perlu mendapat tindak lanjut dari pihak terkait serta Aparat Penegak Hukum,” tegas Sumarno, Kamis (29/10/2026).
Sesuai regulasi Kemendikbudristek, pekerjaan swakelola dilarang untuk dialihkan atau diborongkan kepada pihak ketiga. Pelanggaran terhadap Juknis tersebut berpotensi menimbulkan indikasi kolusi dan persekongkolan yang merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum berinisial BY belum berhasil dikonfirmasi. Pihak Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Nganjuk juga masih dalam upaya konfirmasi. Publik mendesak agar dilakukan audit dan pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek miliaran rupiah di SMK Swasta Kabupaten Nganjuk. (*)









Tinggalkan Balasan