Laporan: Tambah Santoso

KUDUS | HARIAN7.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang tengah menyiapkan rencana layanan bus shuttle terintegrasi yang menghubungkan eks Stasiun Kudus dengan Stasiun Semarang Tawang. Layanan konektivitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan setelah seluruh proses perizinan rampung.

Rencana strategis tersebut dibahas dalam audiensi antara Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, M Arie Fathurrohman, dan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris di Pringgitan Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (15/9/2026).

Melalui skema ini, masyarakat Kudus akan mendapatkan kemudahan akses transportasi menuju Semarang secara lebih efisien. Keunggulan utama dari konsep layanan ini adalah integrasi sistem pemesanan tiket sejak dari titik keberangkatan awal.

“Untuk konektivitas antara Kudus dengan Semarang, kami akan berupaya menggunakan shuttle dari eks Stasiun Kudus menuju stasiun yang ada di Semarang. Saat ini proses perizinannya sedang diurus, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berjalan,” ujar Arie.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme pembelian tiket perjalanan dapat dilakukan langsung di loket eks Stasiun Kudus. Kendati demikian, sejumlah detail teknis dan skema pengembangan bisnis saat ini masih dalam proses penanganan di tingkat kantor pusat PT KAI.

Selain konektivitas transportasi, audiensi tersebut juga membahas sinergi pemanfaatan aset milik PT KAI di Kabupaten Kudus demi mendukung perekonomian lokal, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pada prinsipnya kami tetap mendukung UMKM dengan memperhatikan peraturan-peraturan yang dimiliki daerah. Kalau pemerintah daerah ingin memanfaatkan aset KAI untuk kepentingan UMKM, tentu saja kami akan mendukung,” tambah Arie.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut baik inisiatif kerja sama dari PT KAI. Menurutnya, kolaborasi ini krusial untuk mendorong aksesibilitas publik sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

“Pemkab Kudus terus membuka ruang kerja sama dalam berbagai sektor, termasuk transportasi, pendidikan, serta pemanfaatan aset untuk mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” tegas Sam’ani.