Laporan: Tambah Santoso
KUDUS | HARIAN7.COM – Nasib nahas menimpa dua warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yakni Yusuf dan Adam. Hingga saat ini, keduanya belum ditemukan usai insiden yang dialami oleh KM Virgo Transport 8 saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Ketiadaan kabar ini meninggalkan kecemasan mendalam bagi Umi, istri Yusuf sekaligus kakak kandung Adam. Demi mencari kepastian, Umi rela datang jauh-jauh dari Kudus menuju Posko Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin (14/9/2026).
Diketahui, Yusuf sehari-hari bekerja sebagai sopir truk ekspedisi, sementara Adam merupakan kernetnya. Keduanya dipastikan tercatat dalam manifes penumpang kapal rute Surabaya-Banjarmasin tersebut.
Kekhawatiran Umi memuncak lantaran komunikasi dengan suaminya terputus total. Kontak terakhir mereka terjadi melalui panggilan video (video call) pada Sabtu (12/9/2026) pagi, tepat sebelum Yusuf menaiki kapal. Setelah momen itu, tidak ada lagi pesan atau panggilan dari Yusuf maupun Adam.
“Sampai sekarang belum ada informasi, katanya masih menunggu dari Banjar,” ujar Umi saat ditemui di posko pencarian.
Meski nama suami dan adiknya belum tercantum dalam daftar korban yang telah ditemukan, Umi menolak menyerah.
“Harapan saya segera ditemukan, pokoknya harus diupayakan. Dalam daftar penumpang ada, tetapi di daftar pencarian (korban yang ditemukan), suami sama adik saya belum ada,” ungkapnya dengan penuh harap.
Merespons peristiwa ini, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus terus memantau perkembangan dan masih menunggu laporan resmi dari instansi terkait mengenai keberadaan Yusuf dan Adam.
Sam’ani menegaskan, pemerintah daerah siap hadir dan memberikan perhatian penuh kepada pihak keluarga apabila kedua warganya tersebut dipastikan menjadi korban dalam insiden ini.
“Kalau memang benar, saya mewakili masyarakat Kabupaten Kudus mengucapkan turut berbelasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta semoga mereka yang masih dalam pencarian segera ditemukan,” tutur Sam’ani, Selasa (15/9/2026).
Suasana haru dan cemas tidak hanya dirasakan oleh Umi. Di kawasan Gapura Surya Surabaya, puluhan keluarga penumpang lainnya terus berdatangan. Mata mereka awas memperhatikan papan informasi yang memuat data manifes dan daftar korban KM Virgo Transport 8, berharap menemukan titik terang.
Salah satunya adalah Ruswi, yang tengah mencari keberadaan kakak iparnya, Edi Sukamto. Warga Lumajang, Jawa Timur itu bekerja sebagai oiler atau kru mesin kapal di KM Virgo Transport 8. Menurut Ruswi, Edi adalah sosok yang rutin memberi kabar keluarga melalui WhatsApp setiap hari. Namun, rutinitas itu terhenti sejak Minggu malam.
“Dia setiap hari komunikasi. Lepas magrib, enggak ada komunikasi sama sekali sampai hari ini,” ucap Ruswi lirih.
Skala insiden KM Virgo Transport 8 ini terbilang masif. Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga Senin (14/9/2026) pukul 11.00 WITA, baru 114 orang yang berhasil ditemukan dari total 243 orang di dalam manifes.
Dari jumlah tersebut, 108 orang dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara enam orang dinyatakan meninggal dunia. Saat ini, tim SAR gabungan masih bekerja keras melakukan pencarian terhadap 129 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang.
Di tengah ketidakpastian proses evakuasi yang terus berjalan, keluarga seperti Umi dan Ruswi hanya bisa merapal doa, menanti kabar terbaik dari laut yang masih menyimpan rahasia.









Tinggalkan Balasan