Laporan: Muhamad Nuraeni
BOYOLALI | HARIAN7.COM – Bukan sekadar berebut makanan tradisional, ribuan warga rela berdesakan di Alun-Alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, demi mendapatkan berkah dari Sebaran Apem Kukus Keong Mas Pengging 2026.
Tradisi budaya yang digelar Jumat (7/8/2026) itu menghadirkan suasana berbeda. Gunungan apem kukus yang sebelumnya dikirab dari Pendopo Kecamatan Banyudono menjadi pusat perhatian masyarakat yang datang dari berbagai wilayah.
Sebanyak sekitar 3.000 orang memadati lokasi kegiatan. Mereka terdiri dari masyarakat umum, tokoh budaya, komunitas, peserta kirab, hingga unsur pemerintahan. Saat gunungan apem tiba dan sebaran dimulai, warga tampak antusias berebut apem yang dipercaya membawa simbol keberkahan dan harapan baik.
Tradisi tersebut turut dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, Sinuhun Kraton Surakarta SISKS Pakubuwono XIV Hangabehi, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, doa bersama, penyampaian sejarah tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas Pengging, hingga sambutan Bupati Boyolali.
Dalam kesempatan itu, Bupati Boyolali menyampaikan bahwa tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas Pengging merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai filosofi dan harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Tradisi ini bukan hanya kegiatan budaya, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kebersamaan, rasa syukur, dan menghargai warisan leluhur,” ujar Bupati.
Usai penyerahan simbolis gunungan apem kukus keong mas dan pemotongan pita, gunungan kemudian diarak menuju Alun-Alun Pengging. Di lokasi tersebut, masyarakat menunggu momen sebaran apem yang menjadi puncak acara.
Di tengah kemeriahan tradisi, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., hadir langsung memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Polres Boyolali bersama Polsek Banyudono menerjunkan 50 personel untuk melakukan pengamanan. Personel tersebut didukung oleh Koramil Banyudono, Satpol PP, Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali, serta unsur terkait lainnya.
Kapolres Boyolali mengatakan, kehadiran aparat bukan untuk membatasi masyarakat menikmati tradisi, melainkan memberikan rasa aman agar kegiatan budaya dapat berlangsung nyaman.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat mengikuti dan menikmati tradisi budaya ini dengan aman dan nyaman. Kami juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung,” kata AKBP Indra.
Menurutnya, tradisi seperti Sebaran Apem Kukus Keong Mas Pengging memiliki nilai penting karena menjadi ruang pertemuan antara budaya, sejarah, dan kebersamaan masyarakat.
Dengan dukungan berbagai pihak, tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas Pengging Tahun 2026 berlangsung lancar. Ribuan apem yang dibagikan menjadi simbol sederhana tentang rasa syukur sekaligus perekat hubungan masyarakat Boyolali dengan warisan budaya leluhurnya.(*)









Tinggalkan Balasan