Laporan: Fera Marita

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di balik mulusnya pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terdapat peran penting alat-alat sederhana yang selama ini menjadi andalan para pekerja di lapangan.

Pembangunan jalan tersebut merupakan salah satu sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga TA 2026. Sejak dimulai pada pertengahan Juli 2026, pengerjaan terus dikebut dan ditargetkan rampung sebelum 10 Agustus mendatang.

Dalam proses pengecoran, berbagai alat konvensional seperti cangkul, sekop, dan alat penggaruk semen memiliki peran besar. Meski terlihat sederhana, peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pembangunan.

Cangkul dan sekop digunakan prajurit TNI bersama warga untuk mengangkut material seperti pasir dan kricak menuju lokasi pengecoran. Sementara itu, alat penggaruk semen dimanfaatkan untuk meratakan campuran beton basah yang baru saja dituangkan ke permukaan jalan.

Dengan bantuan alat sederhana tersebut, campuran semen, pasir, dan kricak dapat tersebar secara merata hingga ke berbagai sudut badan jalan. Proses perataan menjadi tahapan penting untuk memastikan kualitas hasil pengecoran tetap baik.

Perataan beton yang tepat juga berfungsi mencegah terjadinya segregasi atau pemisahan material yang dapat memengaruhi kekuatan struktur jalan. Karena itu, keberadaan alat konvensional tidak bisa dianggap remeh dalam proses pembangunan infrastruktur.

Di tengah perkembangan teknologi konstruksi, peralatan sederhana tetap memiliki peran besar ketika dipadukan dengan tenaga manusia yang terampil dan semangat gotong royong.

Kerja keras prajurit TNI bersama masyarakat Desa Cukil menjadi kunci utama percepatan pembangunan jalan tersebut. Jalan rabat beton yang nantinya membentang sepanjang 1,25 kilometer diharapkan mampu meningkatkan mobilitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.