Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7.COM –Sejumlah warga dan prajurit TNI terlihat menikmati sebungkus roti dan secangkir kopi di depan rumah milik Sri Wudyatun, warga Dusun Gompyong Desa Cukil Kec. Tengaran Kab. Semarang pada Minggu ( 9/8/26 ). Ritual pagi tersebut merupakan waktu jeda istirahat sebelum melanjutkan aktivitas pembangunan RTLH.
Rumah milik Sri Wudyatun merupakan salah satu RTLH di wilayah Desa Cukil yang mendapat bantuan dari program TMMD reguler ke 129 Kodim 0714/Salatiga. Tak pelak setiap jam 08.00 para prajurit TNI anggota Satgas TMMD sudah memulai aktivitas pembangunan.
Ngopi pagi merupakan ritual harian yang tak pernah terlewatkan. Tenaga yang terkuras menuntut hak untuk beristirahat sejenak. Ngopi bareng menjadi jembatan untuk menyambungkan rasa, menyelaraskan pemikiran, hingga menyatukan gerak langkah dalam melaksanakan pekerjaan selanjutnya. Lebih dari sekadar rehat sejenak, ngopi bareng menjadi peristiwa sosial yang merajut kedekatan emosional dan intelektual antara prajurit TNI dengan warga.
Ngopi pagi menjadi penyambung rasa bagi prajurit TNI dan warga sebelum melanjutkan aktivitas pembangunan rumah. Sambung rasa dalam budaya jawa merupakan upaya menelisik dan memahami perasaan yang tidak selalu terucap, tetapi bisa dirasakan.
Karena saat berkumpul, ekspresi wajah, tatapan mata, hingga intonasi suara menjadi bahasa yang lebih dalam dari sekadar kata-kata.(*)









Tinggalkan Balasan