Laporan: Muhamad Nuraeni

SALATIGA | HARIAN7.COM – Kepulan asap hitam membubung tinggi dari kawasan Pasar Raya II, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026) siang. Asap tebal itu berasal dari kebakaran sebuah kios yang menjual peci dan minyak wangi di pasar yang berada di Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Seorang saksi mata, Toif, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat kejadian, asap terlihat memenuhi area pasar, sementara kobaran api tidak terlalu tampak dari luar kios.

“Memang asapnya sangat banyak dan pekat, kalau api malah tidak terlihat,” ujar Toif, Kamis.

Menurut Toif, kios yang terbakar merupakan toko peci dan minyak wangi. Warga dan pedagang sempat khawatir api menjalar ke kios lain karena barang dagangan di dalam toko mudah terbakar.

“Ya ramai karena yang terbakar kan toko peci dan minyak wangi, sehingga dikhawatirkan api melebar karena barang-barang mudah terbakar,” katanya.

Upaya pemadaman awal sempat dilakukan oleh petugas penjaga Pasar Raya II menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, api belum berhasil dikendalikan sehingga bantuan dari Pemadam Kebakaran Kota Salatiga segera didatangkan.

Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Bidang Damkar Kota Salatiga, Asih Budi Lestari, mengatakan pihaknya mengerahkan tiga unit mobil pemadam untuk menangani kebakaran tersebut.

“Pemadaman selesai pukul 12.15 WIB, termasuk pendinginan agar tidak ada lagi sumber api,” kata Asih saat dikonfirmasi harian7.com.

Ia menjelaskan, kebakaran diduga bermula akibat korsleting listrik pada lampu di bagian atas ruko. Area tersebut juga digunakan sebagai gudang penyimpanan barang dagangan berupa peci dan perlengkapan alat sholat sehingga api dengan cepat merambat.

“Penyebab kebakaran diduga karena korsleting pada lampu di bagian atas ruko yang juga digunakan sebagai gudang penyimpanan dagangan berupa peci dan alat sholat. Sehingga api mudah merambat,” jelasnya.

Asih memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, total kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses penghitungan.