Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG|HARIAN7.COM – Kebakaran melanda bangunan pabrik dan area kebun di Dusun Krajan RT 02 RW 02, Desa Pringsurat, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Kamis malam (13/8/2026).

Berkat kesigapan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Pringsurat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke aset penting milik perusahaan yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 19.15 WIB oleh karyawan pabrik milik Sutanto saat pergantian shift. Saat itu, api terlihat menyala di bagian belakang boiler dan area kebun.

Melihat kondisi tersebut, Ita Setiyani langsung menghubungi petugas Damkar Pos Pringsurat untuk meminta bantuan.

“Api cukup besar waktu pertama saya lihat. Saya sempat panik karena tidak mungkin memadamkan sendiri, sehingga kami langsung melapor agar segera ditangani petugas,” ujar Ita.

Laporan diterima petugas pada pukul 19.22 WIB. Regu III Pos WMK Pringsurat kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 19.30 WIB.

Petugas mengerahkan satu unit Fire Truck dan satu unit Water Supply untuk melakukan pemadaman. Dalam prosesnya, Damkar dibantu personel Polsek Pringsurat, Koramil Pringsurat, PMI Kabupaten Temanggung, serta karyawan pabrik.

“Tim berjibaku selama kurang lebih 50 menit. Api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman pada pukul 20.20 WIB,” jelas Sri Haryadi, Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kebakaran menghanguskan area sekitar 800 meter persegi dengan estimasi kerugian material kurang lebih Rp5 juta.

Meski demikian, satu unit bangunan Gudang WCS dengan nilai sekitar Rp100 miliar berhasil diselamatkan. Dampak kebakaran diperkirakan turut dirasakan sekitar 50 kepala keluarga di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lapangan, kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran boiler yang kemudian memicu munculnya api.

Satpol PP dan Damkar Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat maupun pelaku usaha untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam pengelolaan sisa pembakaran dan material yang mudah terbakar guna mencegah kejadian serupa.