JAKARTA | HARIAN7.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menjadi satu-satunya mantan kepala negara yang menghadiri langsung upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Jokowi tiba di kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 09.26 WIB dengan mengenakan pakaian adat. Ia datang menggunakan buggy car sebelum disambut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dan Bambang Eko.
Kehadiran Jokowi menjadi sorotan lantaran sejumlah mantan presiden lainnya tidak hadir dalam upacara kenegaraan tahun ini. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui berhalangan hadir karena tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Amerika Serikat.
Sementara itu, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri memilih memimpin upacara peringatan HUT RI ke-81 di Sekolah Partai PDI Perjuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi hadir bersama putra bungsunya yang juga Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep dan istrinya, Erina Gudono.
Jokowi kemudian terlihat memasuki area lapangan upacara bersama Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 sekaligus ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Selain Jokowi, sejumlah tokoh nasional turut menghadiri upacara di Istana Merdeka, di antaranya Ratna Sari Dewi Soekarno, istri Presiden ke-1 RI Soekarno, Soraya Hamzah Haz selaku istri Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz, serta Wakil Presiden ke-11 Boediono.
Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya dan prosesi menuju Istana Merdeka, kemudian dilanjutkan pembacaan teks Proklamasi serta pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti peringatan kemerdekaan di Istana juga tercatat tinggi. Pemerintah sebelumnya menyebut jumlah pendaftar mencapai lebih dari 336 ribu orang selama lima hari masa pendaftaran, jauh melampaui kapasitas undangan yang hanya sekitar 5.500 orang.
Tingginya minat masyarakat tersebut menunjukkan upacara kemerdekaan di Istana masih menjadi momentum yang memiliki daya tarik besar bagi publik untuk menyaksikan langsung simbol peringatan lahirnya Republik Indonesia.









Tinggalkan Balasan