Laporan: Muhamad Nuraeni
BOYOLALI | HARIAN7.COM – Jalanan Dukuh Rempelas Bodeh, Desa Guwo, Kabupaten Boyolali, mendadak berubah menjadi panggung budaya. Lebih dari 300 warga dari sembilan RT memadati kawasan tersebut untuk mengikuti karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8).
Bukan hanya sekadar berjalan membawa atribut kemerdekaan, warga menghadirkan berbagai pertunjukan kreatif. Dari anak-anak hingga orang tua, mereka tampil membawa konsep berbeda dari masing-masing RT.
Beragam kesenian ditampilkan, mulai dari tari India, drama, kisah Rama dan Sinta, tari kreasi, hingga reog. Setiap kelompok berusaha menampilkan sajian terbaik untuk memikat perhatian warga sekaligus dewan juri.
Menariknya, di tengah kemeriahan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Arunika Abhripraya Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga tidak hanya menjadi penonton. Mereka justru mendapat kepercayaan menjadi bagian dari dewan juri yang menilai kreativitas warga.
Penilaian dimulai sejak lomba K3 atau kebersihan lingkungan pada 14 Agustus. Puncaknya berlangsung saat karnaval yang digelar selama kurang lebih empat jam, ketika sembilan RT secara bergantian menunjukkan hasil kreativitas mereka.
Mahasiswa KKN menilai sejumlah aspek, mulai dari kreativitas konsep, penampilan, kesesuaian tema, teknik pertunjukan, hingga kualitas penyajian.
Tak berhenti pada siang hari, suasana kemerdekaan kembali terasa pada malam harinya. Mulai pukul 19.00 hingga sekitar 23.00 WIB, warga kembali memenuhi lokasi untuk menyaksikan pentas seni.
Kepala Desa Guwo Suprihanto mengapresiasi antusiasme masyarakat serta keterlibatan mahasiswa KKN UIN Salatiga dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan acara tidak lepas dari kekompakan seluruh elemen masyarakat yang ikut terlibat.
“Pagi, siang sampai sore hari ini sudah berjalan dengan lancar, meriah. Masyarakat saling mendukung, kompak, dan menunjukkan kebersamaan,” ujar Suprihanto.
Ia mengatakan, kegiatan dengan konsep tersebut telah menjadi tradisi warga Rempelas Bodeh selama lebih dari enam tahun. Persiapan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Karang Taruna REMBO, pemerintah desa, ketua RT, ketua RW, hingga tokoh masyarakat.
Tahun ini, perayaan mengangkat tema “Merajut Keberagaman Budaya, Menumbuhkan Semangat Nusantara”. Sementara karnaval membawa tema “Nusantara Rinengga Budaya, Nyawiji Mbangun Kamulyan Bangsa”.
Bagi mahasiswa KKN Arunika Abhripraya UIN Salatiga, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman tersendiri. Mereka tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga ikut merasakan proses warga membangun sebuah perayaan secara gotong royong.
Dari mengikuti rapat lingkungan, kegiatan sosial, hingga menjadi juri perlombaan, mahasiswa mendapat kesempatan memahami kehidupan masyarakat secara langsung.
Perayaan HUT RI di Dukuh Rempelas Bodeh akhirnya bukan sekadar ajang perlombaan. Kegiatan itu menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga keberagaman budaya.
Pengumuman pemenang seluruh rangkaian lomba dijadwalkan berlangsung pada 17 Agustus sekitar pukul 11.00 WIB.









Tinggalkan Balasan