Laporan: Muhamad Nuraeni

KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol) dinilai bukan sekadar persoalan perilaku konsumtif masyarakat, tetapi menjadi tanda adanya persoalan lebih besar dalam sistem peredaran ekonomi. Ketika uang masyarakat kecil terus mengalir keluar tanpa menghasilkan nilai produktif, ekonomi akar rumput semakin rentan terjebak dalam lingkaran ketergantungan.

Pandangan kritis tersebut disampaikan Dr. Dakhori, Dosen STAI Kuningan, dalam seminar dan diskusi ekonomi umat yang digelar Pimpinan Cabang Syarikat Islam (SI) Kabupaten Semarang bersama Pendopo Pintar, Selasa (18/8/2026).

Menurut Dr. Dakhori, persoalan ekonomi saat ini bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi bagaimana distribusi kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat luas.

“Masalah utama kita hari ini bukan sekadar darurat ekonomi, tetapi darurat peredaran rezeki. Banyak uang dari masyarakat kecil yang tersedot melalui pinjol dan judol, namun tidak kembali menjadi kekuatan produktif,” ujar Dr. Dakhori kepada Harian7.com.

Ia menilai, ekonomi rakyat membutuhkan perubahan paradigma dari pola konsumsi menuju penguatan produksi. Masyarakat harus didorong memiliki sistem ekonomi yang mampu menciptakan kemandirian, bukan semakin bergantung pada lembaga pembiayaan yang berpotensi menjerat.

Belajar dari Kekuatan Ekonomi Akar Rumput

Dalam forum tersebut, Dr. Dakhori mencontohkan keberhasilan ekonomi akar rumput yang mampu bertahan melalui jaringan distribusi mandiri, salah satunya model usaha kecil seperti Warung Madura.

Menurutnya, kekuatan ekonomi rakyat lahir ketika masyarakat mampu menguasai rantai produksi dan distribusi.

Salah satu contoh nyata ditunjukkan melalui Koperasi Beras Pendopo Pintar di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Melalui koperasi tersebut, petani mulai mendapatkan posisi tawar lebih baik karena gabah hasil panen tidak langsung dilepas kepada tengkulak.

Gabah dibeli dengan harga yang lebih layak, kemudian beras disalurkan langsung kepada konsumen. Pola ini membuat nilai tambah hasil pertanian tetap berada di tingkat petani dan masyarakat lokal.

Solusi 3M Jadi Tawaran Ekonomi Baru

Dalam diskusi tersebut, SI Kabupaten Semarang dan Pendopo Pintar menawarkan konsep 3M sebagai fondasi penguatan ekonomi umat.

Pertama, Modal Adil. Konsep ini mendorong sistem pembiayaan berbasis kemitraan, bagi hasil, dan gotong royong, sebagai alternatif dari pola pinjaman yang memberatkan masyarakat.

Menurut Dr. Dakhori, pengelolaan modal masyarakat harus dibangun dengan prinsip amanah dan profesional melalui kelembagaan yang transparan, struktur organisasi yang jelas, serta tata kelola yang kuat.

Kedua, Marketplace Terbuka. Sistem ini bertujuan mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung agar rantai ekonomi lebih sehat serta mampu mencegah praktik monopoli dan permainan harga.

Ketiga, Mental Dermawan. Instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf harus dikembangkan bukan hanya sebagai bantuan sosial, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi produktif.

“Perubahan ekonomi tidak cukup hanya menunggu kebijakan pemerintah. Masyarakat harus membangun kekuatan dari bawah melalui kolaborasi, koperasi, dan semangat gotong royong,” kata Dr. Dakhori.

SI dan Pendopo Pintar Dorong Gerakan Ekonomi Baru

Seminar yang berlangsung hingga menjelang waktu Maghrib itu menghasilkan komitmen bersama antara pengurus SI, tokoh masyarakat, dan generasi muda untuk mengembangkan model koperasi berbasis pemberdayaan di berbagai sektor.

Gerakan tersebut diharapkan mampu menjadi benteng ekonomi masyarakat menghadapi berbagai ancaman digital yang semakin masif, terutama pinjol ilegal dan judol yang dinilai merusak ketahanan ekonomi keluarga.

Bagi SI Kabupaten Semarang dan Pendopo Pintar, masa depan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh besarnya angka pertumbuhan nasional, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat kecil mengelola dan menikmati hasil perputaran ekonomi.

“Ekonomi harus kembali kepada tujuan utamanya, yaitu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bersama, bukan hanya memperbesar keuntungan kelompok tertentu,” pungkas Dr. Dakhori.

Tentang SI dan Pendopo Pintar

Syarikat Islam merupakan organisasi masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemandirian ekonomi umat sejak era Sarekat Dagang Islam. Sementara Pendopo Pintar bergerak dalam pemberdayaan masyarakat melalui penguatan koperasi, rantai pasok, dan ekonomi gotong royong berbasis akar rumput.