Laporan: Muhamad Nuraeni
BOYOLALI | HARIAN7.COM – Sebuah tungku kayu yang diduga belum benar-benar padam menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Dukuh Ngegot RT 003 RW 001, Desa Sumberagung, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Sabtu (29/8/2026).
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua saksi melihat kobaran api muncul dari bagian dapur rumah milik Muklas (75). Rumah tersebut dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di sawah.
Api yang cepat membesar kemudian merambat ke rumah milik Komeri (50) yang berada di sekitar lokasi. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan.
Sejumlah warga pun bergotong royong melakukan upaya pemadaman awal. Mereka juga berusaha menyelamatkan barang-barang berharga serta hewan ternak yang masih dapat dievakuasi sebelum api semakin meluas.
Petugas Polsek Klego bersama dua unit pemadam kebakaran Kabupaten Boyolali dan satu unit tangki BNPB kemudian tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Setelah dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari tungku kayu di dapur rumah Muklas yang masih menyisakan bara api setelah digunakan memasak.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil cukup besar. Rumah Muklas yang sebagian besar berbahan papan kayu mengalami kerusakan parah, termasuk perabot rumah tangga dan sejumlah dokumen penting, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta.
Sementara rumah milik Komeri juga terdampak kebakaran dengan nilai kerugian sekitar Rp50 juta. Total kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp130 juta.
Usai kejadian, personel Polsek Klego melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Polres Boyolali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi masih menyala, baik tungku kayu, kompor, maupun peralatan lain yang menghasilkan panas, guna mencegah kejadian serupa terulang.









Tinggalkan Balasan