Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di tengah kejaran waktu penyelesaian pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sebuah alat sederhana menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Alat tersebut adalah angkong atau gerobak sorong yang digunakan untuk mengangkut berbagai material bangunan.
Pembangunan sejumlah RTLH menjadi salah satu sasaran fisik dalam program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026. Dengan target pengerjaan selama 30 hari kerja, personel Satgas TMMD bersama warga terus mempercepat proses pembangunan agar selesai sesuai jadwal.
Pantauan pada Rabu (5/8/2026), sejumlah prajurit TNI tampak sibuk mengangkut material berupa kricak di salah satu lokasi rehabilitasi RTLH. Untuk mempermudah pekerjaan, mereka memanfaatkan angkong sebagai alat bantu membawa material dari satu titik ke titik lainnya.
Meski terlihat sederhana, angkong memiliki peran besar dalam pekerjaan konstruksi. Alat ini mampu membantu mengangkut material seperti pasir, kricak, bata hebel, hingga adukan cor dengan lebih cepat dan efisien.
Dengan satu roda sebagai tumpuan, beban berat menjadi lebih mudah dipindahkan sehingga tenaga pekerja dapat lebih dihemat. Selain mempercepat proses pelangsiran material, penggunaan angkong juga membuat pekerjaan lebih efektif di tengah padatnya aktivitas pembangunan.
Pihak Satgas TMMD menyebut penggunaan alat bantu sederhana tersebut turut mendukung percepatan pengerjaan RTLH. Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan dan ditargetkan selesai sebelum 10 Agustus 2026.
Kolaborasi antara prajurit TNI dan warga, ditambah pemanfaatan alat kerja yang tepat, menjadi kunci agar rumah-rumah warga penerima bantuan segera berubah menjadi hunian yang lebih layak dan nyaman.









Tinggalkan Balasan