Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di balik teriknya matahari dan suara mesin molen yang terus berputar, tersimpan cerita hangat tentang kebersamaan antara warga dan prajurit TNI dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga TA 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Memasuki pekan terakhir pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik terus dikebut penyelesaiannya. Salah satunya pembangunan jalan rabat beton di wilayah Dusun Gompyong, Desa Cukil, yang kini progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 90 persen.
Di bawah sengatan matahari, warga bersama personel Satgas TMMD bahu-membahu menyelesaikan pengecoran jalan sepanjang 1,25 kilometer tersebut. Meski harus bekerja di tengah panas, semangat gotong royong tetap terlihat dari aktivitas mereka yang saling membantu.
Menjelang siang, para pekerja menghentikan aktivitas sejenak untuk memberi kesempatan tubuh beristirahat. Namun, momen sederhana itu justru menghadirkan suasana penuh keakraban.
Puluhan potongan semangka merah tersaji di atas tanah. Buah segar tersebut merupakan pemberian dari warga yang mendapat giliran menyediakan konsumsi bagi para prajurit TNI dan masyarakat yang terlibat dalam pengecoran jalan.
Sepotong semangka dan segelas air minum menjadi pelepas dahaga sekaligus bentuk perhatian warga kepada para prajurit yang telah bekerja bersama masyarakat selama pelaksanaan TMMD.
Waktu istirahat pun berubah menjadi ruang komunikasi yang hangat. Canda dan cerita kehidupan mengalir antara warga dengan anggota Satgas TMMD. Dari obrolan ringan hingga pengalaman para prajurit selama bertugas, semuanya terjalin tanpa sekat.
Lebih dari 20 hari kebersamaan membuat hubungan emosional antara warga dan prajurit semakin erat. Keakraban tersebut menjadi energi tambahan dalam mempercepat penyelesaian pembangunan jalan rabat beton yang menjadi salah satu sasaran utama TMMD.
Bagi masyarakat Desa Cukil, TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, tetapi juga menghadirkan kedekatan antara TNI dan rakyat melalui semangat gotong royong.
Di tengah pekerjaan berat, merahnya semangka siang itu menjadi saksi kecil bahwa kebersamaan dan kepedulian mampu menjadi kekuatan besar dalam membangun desa.(*)









Tinggalkan Balasan