Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM– Sebuah nasi tumpeng lengkap dengan ubo rampe (perlengkapan) tersaji di kediaman Sri Widiyatun (60), warga Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (20/7/2026) pagi.
Sejumlah warga dan prajurit TNI berpakaian loreng tampak berkumpul mengitari tumpeng tersebut.Aktivitas tidak biasa ini menjadi penanda dimulainya pembongkaran rumah Sri Widiyatun.
Rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut merupakan salah satu sasaran program rehabilitasi dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026.
Bagi masyarakat Dusun Gompyong, tumpengan merupakan tradisi lokal yang wajib digelar sebelum memulai hajatan. Tradisi ini juga menjadi simbol rasa syukur atas terkabulnya sebuah keinginan.
“Tumpeng ini adalah doa kami. Semoga pembangunannya lancar. Semua yang bekerja selalu diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan keberkahan,” ujar Sri Widiyatun dengan nada haru.
Sri Widiyatun menambahkan, nasi tumpeng yang digelar pagi ini bukan sekadar pelengkap ritual. Hidangan tersebut merupakan wujud syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa karena rumahnya terpilih dalam program TMMD tahun ini. (*)









Tinggalkan Balasan