Laporan: Muhamad Nuraeni
SALATIGA | HARIAN7.COM – Kota Salatiga menjadi tempat berkumpulnya para pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pengelola Program Doktor Pendidikan Agama Islam (APDOK PAI) yang digelar di Hotel Laras Asri Salatiga, Rabu (29/7/2026), para akademisi menyatukan gagasan untuk membawa pendidikan Islam memasuki era baru.
Sekitar 70 persen pengelola Program Doktor PAI dari seluruh Indonesia hadir dalam forum strategis bertema “Reimagining Pendidikan Islam: Program Doktor PAI Sebagai Episentrum Inovasi dan Kolaborasi Global.”
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat riset, inovasi akademik, serta membangun jejaring internasional.
Munas APDOK PAI secara resmi dibuka Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Salatiga, Prof. Dr. Miftahuddin, M.Ag.
Ia menegaskan, Program Doktor PAI harus mampu melampaui fungsi pendidikan tingkat lanjut dan menjadi pusat lahirnya gagasan besar yang menjawab tantangan zaman.
“Program doktor harus menjadi ruang lahirnya inovasi keilmuan. Kolaborasi antarlembaga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing akademik dan meningkatkan kontribusi Pendidikan Agama Islam di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Direktur Pascasarjana UIN Salatiga, Prof. Dr. Asfa Widiyanto, M.A., mengatakan penyelenggaraan Munas di Salatiga menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan akademik sekaligus menyusun arah pengembangan Program Doktor PAI ke depan.
Menurutnya, perubahan global menuntut perguruan tinggi Islam tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemikiran baru yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat.
Sementara itu, Pembina APDOK PAI, Prof. Dr. Maragustam, M.A., dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengingatkan bahwa Program Doktor PAI memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak intelektual Muslim yang mampu menjawab persoalan keumatan, kebangsaan, hingga tantangan dunia.
Ia menekankan pentingnya peningkatan mutu akademik, kolaborasi riset, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Ketua APDOK PAI, Dr. Silahuddin, M.Ag., dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menegaskan bahwa Munas menjadi wadah menyatukan visi dan strategi bersama antar pengelola Program Doktor PAI di seluruh Indonesia.
“Ini bukan hanya forum organisasi, tetapi ruang berbagi praktik terbaik dan membangun strategi bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Doktor PAI,” katanya.
Melalui Munas tersebut, APDOK PAI berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu menjadikan Program Doktor PAI sebagai pusat inovasi keilmuan, penggerak kolaborasi nasional dan internasional, sekaligus memperkuat posisi pendidikan Islam Indonesia di tingkat global.(*)









Tinggalkan Balasan