Laporan: Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM– Iman Gimin, seorang warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terus konsisten menjaga roda ekonomi keluarganya melalui produksi gula merah kelapa tradisional. Setiap pagi, pria paruh baya ini harus bertaruh nyawa memanjat belasan pohon kelapa setinggi puluhan meter demi mengumpulkan nira segar sebagai bahan baku utama.Berbekal perlengkapan sederhana seperti bumbung bambu dan arit khusus, Iman dengan cekatan mengambil cairan manis hasil penyadapan yang dipasang sejak sore sebelumnya.
Nira-nira kelapa inilah yang menjadi urat nadi perekonomian dan penyambung hidup keluarganya sehari-hari.
Proses pembuatan gula kelapa olahan Iman Gimin terbilang masih sangat alami dan mempertahankan metode warisan leluhur.
Cairan nira segar yang berhasil dikumpulkan mula-mula disaring ketat agar bersih dari kotoran atau serangga kecil, lalu dituang ke dalam wajan besi berukuran besar.
Selanjutnya, nira direbus selama berjam-jam di atas tungku tanah liat tebal dengan bahan bakar kayu kering. Selama proses ini, api tungku harus dijaga agar tetap stabil. Jika api terlalu besar, adonan nira akan hangus dan pahit, sebaliknya jika terlalu kecil, karamelisasi tidak akan berjalan sempurna.
Sepanjang proses perebusan, cairan nira harus diaduk secara berkala tanpa henti. Adonan yang tadinya encer dan bening kecokelatan perlahan berubah menjadi kental, berbuih halus, serta mengeluarkan aroma manis yang pekat dan khas.Momen paling menentukan terjadi saat adonan nira mulai meletup-letup dan berwarna cokelat tua. Ketika tingkat kekentalannya sudah pas, wajan segera diangkat dari tungku. Adonan panas tersebut kemudian langsung dituang dan dicetak ke dalam puluhan batok kelapa hingga mengeras.
Ketekunan Iman Gimin dalam mempertahankan usaha ini bukan sekadar urusan mencari nafkah. Di tengah gempuran pemanis buatan dan produk serba instan, geliat asap dari tungku dapur Iman menjadi bukti nyata bahwa kuliner berbasis kearifan lokal Desa Cukil masih bertahan kokoh. (*)









Tinggalkan Balasan