Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG,HARIAN7.COM– Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, yang kini menjadi lokasi program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026, menyimpan potensi ekonomi lokal yang kuat. Salah satunya adalah usaha pembuatan gula merah tradisional milik Suwati (53), warga RT 05 RW 02 desa setempat.
Setiap hari, Suwati bersama suaminya menyadap nira dari pohon kelapa milik mereka sendiri. Hasil sadapan tersebut kemudian diolah menjadi gula merah yang menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Aktivitas gigih pasangan suami istri ini menarik perhatian personel Satgas TMMD. Saat meninjau wilayah tersebut, Danramil Tengaran Kapten Inf Abdul Wahab bersama Serka Nurchaedi menyempatkan diri menyambangi kediaman Suwati yang tengah sibuk mengolah nira.
Proses pembuatan gula kelapa ini seluruhnya masih menggunakan metode tradisional. Adonan nira dituang ke dalam wajan besar, lalu dimasak menggunakan kayu bakar selama 3 hingga 4 jam sampai mengental.
Kestabilan api saat pengadukan menjadi faktor kunci penentu kualitas tekstur dan rasa gula. Setelah mengental sempurna, adonan panas tersebut dicetak menggunakan batok kelapa.
Melihat proses yang membutuhkan kesabaran ekstra tersebut, Kapten Inf Abdul Wahab mengaku kagum. Ia bahkan tidak ragu untuk ikut membantu Suwati mengaduk adonan nira yang panas di atas tungku.
“Mendukung usaha mikro masyarakat dalam memproduksi pangan lokal seperti ini merupakan bagian dari upaya membina ketahanan pangan. Ketahanan pangan warga adalah salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan negara,” ujar Kapten Inf Abdul Wahab. (*)









Tinggalkan Balasan