Laporan : Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik.
Memasuki hari keenam pada Selasa (21/7/2026), program ini juga gencar memberdayakan masyarakat, salah satunya melalui peninjauan budidaya kangkung dan ikan nila bersistem aquaponik.
Sistem pertanian berkelanjutan ini menggabungkan akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah).
Dalam siklus tersebut, limbah kotoran ikan diubah oleh bakteri menjadi nutrisi tanaman, sementara tanaman berfungsi menyaring air agar kembali bersih bagi ikan.
Warga Gompyong Desa Cukil, Sunarno (40), menjelaskan bahwa kelompoknya telah menebar ribuan bibit di kolam aquaponik tersebut.
“Awalnya ada 9.000 ekor nila yang kita tebar. Kalau sekarang tinggal sekitar 6.000 ekor,” kata Sunarno kepada Anggota Satgas TMMD, Selasa (21/7/2026).
Sunarno menambahkan, pemilihan ikan nila merupakan hasil mufakat kelompok karena nilai ekonominya yang menjanjikan. Menurutnya, harga jual ikan nila jauh lebih tinggi dan lebih menguntungkan ketimbang ikan lele.
Berdasarkan pantauan di lapangan, inovasi aquaponik ini sangat potensial menjadi alternatif ketahanan pangan mandiri bagi masyarakat. Langkah ini sejalan dengan misi non-fisik TMMD Kodim 0714/Salatiga dalam menjaga dan memperkuat stabilitas pangan warga setempat.(*)