Laporan : Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM– Kehadiran Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan warga. Hal ini terlihat saat Pratu Royhan, salah satu personel satgas, menyambangi peternak sapi bernama Parmin di RT 14 RW 05, Dusun Gompyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (23/7/2026).

Di dalam kandang yang sederhana, keduanya tampak akrab berbincang mengenai rahasia sukses budidaya pakan ternak.

Parmin merupakan salah satu dari sebagian besar warga Dusun Gompyong yang mengandalkan sapi sebagai hewan ternak peliharaan. Untuk mencukupi kebutuhan pakan dua ekor sapinya, ia wajib menyediakan sedikitnya empat ikat besar rumput gajah setiap hari.

“Saya memilih rumput gajah karena sangat disukai sapi, mudah dicerna, dan terbukti efektif untuk meningkatkan bobot badan ternak,” ujar Parmin kepada Pratu Royhan di sela-sela aktivitasnya.

Demi memastikan pasokan pakan selalu aman, Parmin sengaja membudidayakan rumput gajah di kebun pribadinya. Ia menjelaskan bahwa rumput jenis ini memiliki daya adaptasi yang tinggi di berbagai jenis lahan dan sangat minim perawatan.

Menurut Parmin, kunci keberhasilan menanam rumput gajah terletak pada masa awal tanam. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman rutin pada minggu pertama hingga minggu kedua.

“Paling ideal menanamnya di awal musim hujan. Jadi, ketika musim kemarau tiba seperti sekarang, kita tinggal memanennya saja. Selain praktis, rumput gajah juga kaya serat dan protein yang sangat baik untuk ternak,” tambah Parmin.

Interaksi hangat dan edukatif di dalam kandang sapi ini menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan program TMMD TA 2026 di Kabupaten Semarang. Kedekatan antara TNI dan masyarakat lokal ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dapat terwujud melalui obrolan harian yang sederhana namun bermanfaat. (*)