Laporan : Fera Marita
KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat, kini juga menjadi sasaran prioritas.
Demi mendongkrak perputaran ekonomi lokal, Satgas TMMD menggandeng pelaku usaha rumahan dalam pemenuhan logistik. Salah satunya terlihat saat kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabesad pada Jumat (24/7/2026), di mana konsumsi hidangan sepenuhnya memanfaatkan produk lokal warga.
Ida, pemilik usaha kue basah di Desa Cukil, mengaku mendapat berkah tersendiri dari kebijakan tersebut. Pesanan puluhan kotak camilan (snack box) untuk para pejabat TNI menjadi tambahan penghasilan yang sangat berarti bagi usaha kecilnya.
“Senang sekali bapak TNI mempercayakan pesanan kuenya kepada saya. Ada rasa bangga juga karena makanan buatan saya bisa dicicipi oleh bapak-bapak pejabat. Biasanya yang memesan hanya tetangga sekitar sini saja,” ujar Ida dengan nada semringah.
Di sisi lain, perwakilan Personel Satgas TMMD, Serka Suwandi, menegaskan bahwa pelibatan masyarakat dalam rantai konsumsi merupakan komitmen TNI untuk memberdayakan desa.
Menurut Suwandi, dampak positif TMMD harus menyentuh seluruh lini kehidupan masyarakat, termasuk dapur rumah tangga warga.
“Dengan memanfaatkan produk hasil usaha warga, kami berharap manfaat program TMMD ini dapat dirasakan lebih luas. Jadi, tidak hanya sukses di pembangunan fisik seperti betonisasi jalan atau rehab musala, tetapi juga mampu menghidupkan aktivitas ekonomi warga,” pungkas Suwandi. (*)









Tinggalkan Balasan