Laporan: Fera Marita
KAB.SEMARANG | HARIAN7.COM – Di balik kokohnya sebuah jalan beton, ada proses panjang yang tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga ketelitian dalam memilih material. Hal itu dilakukan Satgas TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga dalam pembangunan betonisasi jalan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.
Memasuki pekan kedua pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026, pengerjaan jalan terus dikebut setiap hari. Namun, percepatan pembangunan tidak membuat Satgas TMMD mengabaikan kualitas. Salah satu perhatian utama adalah pemilihan material, khususnya pasir yang menjadi bagian penting dalam campuran beton.
Bagi masyarakat awam, pasir mungkin terlihat sama. Namun dalam pekerjaan konstruksi, jenis pasir memiliki peran besar terhadap kekuatan dan usia bangunan. Karena itu, Satgas TMMD memilih menggunakan pasir beton yang memiliki karakteristik khusus untuk mendukung kualitas jalan yang dibangun.
Pasir beton dikenal memiliki tekstur lebih kasar dengan butiran yang tajam dan kuat. Karakter tersebut membuat ikatan antara semen dan kerikil dalam campuran beton menjadi lebih maksimal sehingga menghasilkan struktur yang lebih kokoh.
Koordinator pengecoran wilayah Dusun Gompyong, Muhammad Umar Syafei, yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun Gompyong, mengatakan pemilihan material berkualitas dilakukan agar hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Penggunaan pasir beton ini bertujuan agar jalan yang dibangun memiliki kekuatan lebih baik dan bisa bertahan hingga bertahun-tahun,” ujarnya.
Menurut Umar, pasir beton juga memiliki kadar lumpur yang rendah, yakni di bawah lima persen. Kondisi tersebut membuat pasir lebih ideal digunakan sebagai agregat halus dalam campuran beton.
“Kami berharap jalan ini nantinya tidak hanya selesai dibangun, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi warga dan tetap kuat digunakan dalam waktu yang lama,” katanya.
Pembangunan jalan beton Desa Cukil menjadi salah satu sasaran fisik utama TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Melalui perpaduan antara kerja keras personel TNI, gotong royong masyarakat, serta pemilihan material berkualitas, jalan tersebut diharapkan menjadi infrastruktur yang mampu menunjang aktivitas warga dan perekonomian desa.









Tinggalkan Balasan