Laporan: Ratmaningsih

TEMANGGUNG | HARIAN7.COM – Kepulan asap yang awalnya dikira aktivitas memasak berubah menjadi bencana. Dalam hitungan menit, api melahap bangunan warga hingga menghanguskan dua rumah dan dua kandang di Kelurahan Manding, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Sabtu (25/7/2026) pagi.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB oleh tiga warga, Agus Nurdiyanto, Faisal Supriyanto, dan Budi Sembodo Rahayu. Saat itu mereka sedang mencangkul di sawah yang berada di belakang rumah warga.

Dari kejauhan, mereka melihat kepulan asap keluar dari bagian dapur rumah Muhadi. Awalnya, asap tersebut diduga berasal dari aktivitas memasak. Namun sekitar 10 menit kemudian, asap semakin tebal dan api mulai terlihat membesar.

Ketika dilakukan pengecekan, api ternyata sudah membakar area dapur dan menjalar ke kandang yang berada di belakang rumah. Tiupan angin kencang membuat kobaran api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung, Sri Hariyanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 09.45 WIB.

“Regu II Damkar Mako langsung meluncur dan tiba di lokasi pukul 09.54 WIB,” kata Sri Hariyanto.

Akibat kebakaran tersebut, rumah milik Fuad Diannafi dan Subadi hangus terbakar. Selain itu, dua kandang milik Sutrisno juga ikut dilalap api.

Sebanyak dua kepala keluarga dengan enam jiwa kehilangan tempat tinggal. Sementara enam rumah lain ikut terdampak, yakni milik Khoirul Zulkafi, Faizin, Umi Salamah, Waliyanto, Subagyo, dan Mubadi.

Secara keseluruhan, kebakaran ini berdampak terhadap delapan kepala keluarga dengan 24 jiwa.

“Luas area yang terbakar sekitar 300 meter persegi. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan sekitar Rp2 miliar,” ujar Sri.

Dalam penanganan kebakaran, Damkar Temanggung mengerahkan 10 personel dengan empat armada, terdiri dari dua unit Fire Truck dan dua unit Water Supply dari Mako Temanggung serta Pos Pringsurat.

Petugas dibantu oleh personel TNI, Polri, dan PMI. Setelah berjibaku hampir dua jam, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.48 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Situasi di lokasi kini dinyatakan aman dan kondusif.

Sri Hariyanto menduga kebakaran terjadi akibat kelalaian. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap sumber api, terutama di area dapur dan bangunan yang mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi keadaan darurat, segera hubungi Damkar 24 jam melalui WhatsApp 0821 388 111 76,” pungkasnya.