Laporan: Fera Marita

KABUPATEN SEMARANG, HARIAN7. COM – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga Tahun Anggaran 2026 di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, kini memasuki pekan kedua. Proyek betonisasi jalan yang menjadi poros utama pembangunan fisik terus dikebut pengerjaannya pada Selasa (28/7/2026).

Pengerjaan infrastruktur tersebut saat ini berpusat di wilayah RT 15/RW 05 Dusun Gompyong, Desa Cukil.

Guna menjaga kelancaran proyek, puluhan kubik kerikil yang merupakan bahan baku utama pengecoran terus dipasok dan diolah setiap hari. Suara dentingan cangkul yang beradu dengan batu menjadi irama harian yang mengiringi proses betonisasi.

Pantauan di lapangan menunjukkan ritme kerja yang padat. Berpuluh-puluh ember hilir mudik silih berganti memindahkan kerikil ke dalam mesin pengaduk semen (molen).

Debu yang beterbangan pun menjadi pemandangan biasa bagi para anggota Satgas TMMD dan warga setempat yang bekerja di bawah terik matahari.Pasokan kerikil dipastikan harus selalu aman dan tidak boleh terhenti.

Perwira Koordinator Lapangan Satgas TMMD Reguler ke-129, Kapten Infanteri Sofyan, menegaskan bahwa rantai pasok material merupakan kunci utama ketepatan waktu proyek ini.

“Ketersediaan material seperti kerikil dan semen ini tidak boleh putus sama sekali. Jika pasokan terlambat satu hari saja, dampaknya bisa menghentikan total target betonisasi harian kami.

Oleh karena itu, anggota Satgas bersama warga bergerak cepat mengamankan dan melangsir material ke mesin molen agar pengerjaan tetap konstan,” ujar Kapten Inf Sofyan di lokasi proyek, Selasa (28/7/2026).

Sinergi yang kuat antara warga dan prajurit TNI menjadi faktor penentu keberhasilan target harian. Kehadiran TNI di tengah desa ini memicu kembali semangat swadaya masyarakat yang mulai memudar.

Hal senada diungkapkan oleh Slamet (45), salah seorang warga Dusun Gompyong yang ikut terjun langsung dalam gotong royong tersebut. Ia mengaku bersyukur dengan adanya program ini karena akses jalan yang mulus sudah lama diimpikan warga.

“Kami warga di sini sama sekali tidak merasa lelah meski setiap hari harus mengangkut puluhan kubik kerikil. Semangat para bapak TNI ini menular kepada kami. Tanpa kerja sama yang erat seperti ini, mustahil jalan desa kami bisa selesai tepat waktu. Kami ingin jalan ini segera rampung agar akses ekonomi warga jadi lebih lancar,” ungkap Slamet penuh semangat.

Dengan gotong royong yang terus terjaga, proyek jalan poros Desa Cukil ini diharapkan dapat selesai sesuai dengan linimasa yang telah ditentukan oleh Kodim 0714/Salatiga.(*)