SEMARANG,HARIAN7.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap melakukan sinkronisasi data untuk mendukung rencana pemerintah pusat memberikan insentif bagi guru agama. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan yang selama ini belum terakomodasi sepenuhnya.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan bahwa keberadaan guru agama sangat penting dalam membangun karakter masyarakat.
Oleh karena itu, ketepatan sasaran penerima insentif harus menjadi prioritas utama.
“Pembahasannya mengenai keberlangsungan pendidikan keagamaan formal dan nonformal di Jateng. Kami siap menyajikan data dan bekerja sama dengan Kanwil Kemenag agar bantuan ini tepat sasaran,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, usai menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Wilayah Kemenag Jateng, Rabu (24/6/2026).
Gus Yasin memaparkan, Pemprov Jateng sejauh ini baru bisa memberikan insentif kepada sekitar 230 ribu guru agama. Namun, masih ada puluhan ribu guru Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ yang belum tersentuh bantuan.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengungkapkan bahwa DPR RI telah menyetujui tambahan anggaran Kementerian Agama untuk pagu indikatif tahun 2027. Alokasi ini salah satunya diperuntukkan bagi honorarium guru honorer madrasah.
Wachid menegaskan, besaran insentif yang sedang dibahas adalah sebesar Rp1 juta per bulan untuk setiap guru, bukan Rp200 ribu. Program ini direncanakan berjalan pada tahun anggaran 2027.
“Besarannya Rp1 juta per bulan dan mulai berlaku pada anggaran 2027. Akurasi data sangat penting agar tidak ada tumpang tindih penerima,” tegas Wachid.
Selain insentif, Komisi VIII DPR RI saat ini juga tengah mendorong pembentukan Direktorat Jendentren yang masih menunggu pengesahan struktur organisasi dari kementerian terkait.(*)









Tinggalkan Balasan