PRINGAPUS, HARIAN7. COM – Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Inf Fajar Hapsari Nugroho, resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Dusun Kunci Putih, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Kamis (21/5/2026).

Program kolaborasi lintas sektor bernilai total Rp416,2 juta ini berhasil menuntaskan 100 persen target pembangunan fisik dan nonfisik guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa.

Dalam upacara penutupan tersebut, Dandim 0714/Salatiga membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Deddy Suryadi. Pangdam menekankan bahwa program TMMD kali ini mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” sebagai wujud nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal.

“Membangun desa merupakan strategi pemerintah guna mewujudkan pemerataan ekonomi. Kami mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja keras bergotong-royong selama satu bulan penuh untuk menyelesaikan sasaran program ini,” ujar Letkol Inf Fajar Hapsari Nugroho saat membacakan amanat Pangdam.

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran TNI dan warga Desa Jatirunggo. Menurutnya, akses jalan yang kini sudah baik akan sangat membantu mobilitas petani dan masyarakat, sehingga sektor pertanian tidak lagi terganggu.

Berdasarkan laporan resmi Pasiter Kodim 0714/Salatiga, Kapten Czi Sujadi, program yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 ini berhasil merampungkan sasaran fisik pokok berupa betonisasi jalan sepanjang 748 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter. Selain itu, sasaran tambahan berupa rehabilitasi satu unit mushola juga selesai 100 persen.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, TMMD Sengkuyung Tahap II ini juga sukses melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik. Di antaranya adalah penyuluhan bela negara, pencegahan narkoba, pelayanan KB kesehatan, hingga pelayanan langsung cetak KTP dan KIA elektronik oleh Disdukcapil Kabupaten Semarang.

Keseluruhan program ini didanai oleh sinergi anggaran yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp176,7 juta, APBD Kabupaten Semarang sebesar Rp234,5 juta, serta dukungan Baznas sebesar Rp5 juta, dengan total anggaran mencapai Rp416.280.000.(*)

Reporter: Shodiq