UNGARAN, HARIAN7.COM— Desa Gedong di Kecamatan Banyubiru sukses menyabet penghargaan Juara Pertama Desa Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari Tingkat Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Piala penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, usai upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Ungaran Timur, Rabu (20/5/2026) pagi .

Kepala Desa Gedong, Suradi, mengungkapkan bahwa prestasi ini merupakan buah dari konsistensi warga dalam menghijaukan lahan gersang sejak tahun 2024.

Pemerintah Desa Gedong bahkan secara khusus mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp174 juta pada tahun 2024 dan 2025 untuk membeli berbagai bibit tanaman produktif.

“Hasilnya, setidaknya 165 hektar lahan kritis berhasil dihijaukan,” ujar Suradi dengan wajah ceria usai menerima piala .

Upaya pelestarian lingkungan di lereng Bukit Gajahmungkur dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (dpl) ini membawa dampak masif bagi masyarakat .

Selain berhasil menekan potensi bencana tanah longsor, warga setempat kini bebas dari krisis air bersih dan dapat menikmati hasil panen buah-buahan.

Suradi juga mengapresiasi peran aktif Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, serta berbagai pihak yang terus mendukung program ini.

Bagi Suradi, kesejahteraan warga yang lahir dari kelestarian alam jauh lebih utama dibanding sekadar mengejar prestasi .

Pada hari yang sama, upacara peringatan Harkitnas ke-118 Tingkat Kabupaten Semarang di Alun-Alun Bung Karno berjalan dengan khidmat dan tertib. Upacara tersebut diikuti oleh ratusan personel TNI, Polri, ASN, organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga pelajar .

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ngesti Nugraha membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi Digital RI, Meutya Viada Hafid.

Menteri menekankan bahwa filosofi Kebangkitan Nasional yang dirintis oleh Organisasi Boedi Oetomo bersifat Mutatis Mutandis. Artinya, bangsa Indonesia harus selalu adaptif dalam menyesuaikan diri dengan tantangan zaman modern tanpa boleh kehilangan jati diri nasionalnya.(*)

Reporter: Shodiq