Laporan: Tambah Santoso
PATI | HARIAN7.COM – Kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di kawasan Embung Terpus, Desa Beketel, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, masih menyisakan tanda tanya. Di saat warga sempat menerima penjelasan bahwa korban hanya mengalami kecelakaan, polisi justru menemukan indikasi lain yang mengarah pada dugaan tindak kekerasan.
Satreskrim Polresta Pati kini masih memburu terduga pelaku yang diduga terlibat dalam kematian korban.
Kasatreskrim Polresta Pati, Dika Hadiyan Widya Wiratama, mengatakan penyidik bergerak cepat usai menerima laporan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui kejadian maupun yang pertama kali menemukan korban.
“Untuk kasus tersebut kami dari Satreskrim sudah olah TKP dan juga memeriksa saksi terkait yang mengetahui atau yang menemukan korban pertama kalinya. Dan saat ini kami sedang mencari keberadaan pelaku,” ujar Dika, Jumat (22/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, dugaan kecelakaan mulai terpatahkan. Hasil visum menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban yang diduga berasal dari lebih dari satu jenis benda.
“Dari hasil visum disebut baik dari benda tumpul dan juga ada kekerasan dengan benda tajam,” jelasnya.
Polisi juga mengungkap adanya keterangan saksi yang sempat membuat alur peristiwa terasa janggal. Sebelum korban ditemukan, seseorang disebut sempat memberi tahu warga bahwa temannya mengalami kecelakaan. Namun rasa curiga membuat warga kembali mengecek lokasi.
Saat kembali, korban sudah tidak berada di titik awal dan kemudian ditemukan di area embung.
Soal motif, polisi masih berhati-hati. Hingga kini belum ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut. Namun dari pendalaman sementara, korban dan terduga pelaku disebut sudah saling mengenal dan memiliki aktivitas yang berkaitan dengan jual beli barang antik atau benda pusaka.
Polisi saat ini mengarah pada satu orang yang diduga terlibat.
Menurut penyidik, pencarian cukup menantang karena orang yang diburu disebut tidak memiliki tempat tinggal tetap dan kerap berpindah-pindah.
Polresta Pati mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan terduga pelaku agar segera melapor melalui kantor polisi terdekat atau layanan darurat 110.
Di tengah perburuan yang masih berlangsung, satu pertanyaan yang kini dicari jawabannya: apakah cerita “teman kecelakaan” memang kepanikan sesaat, atau justru awal dari jejak yang sedang diurai penyidik.









Tinggalkan Balasan