JAKARTA | HARIAN7.COM – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya inovasi di kalangan pekerja di tengah dinamika geopolitik, geoekonomi, dan pesatnya perkembangan teknologi global.
Ia menyebut, produktivitas kerja tidak boleh berhenti pada capaian saat ini, melainkan harus terus ditingkatkan melalui inovasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Produktivitas mungkin sudah baik, tetapi selalu ada ruang untuk perbaikan dan inovasi,” ujarnya dalam sebuah kegiatan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), komputer, hingga sensor digital harus dipandang sebagai alat bantu untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas kerja, bukan ancaman.
Ia juga menyinggung pentingnya budaya continuous improvement yang banyak diterapkan di industri maju, di mana pekerja dituntut untuk terus mencari cara yang lebih baik dalam bekerja.
Selain inovasi, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi agar pekerja tetap relevan di tengah perubahan. Konsep upskilling dan reskilling disebut menjadi kunci agar tenaga kerja tidak tertinggal.
“Tidak boleh ada pekerja yang tertinggal. Semua harus mendapat kesempatan untuk berkembang,” tegasnya.
Ia juga menekankan prinsip no one left behind dalam menghadapi transformasi dunia kerja, agar seluruh pekerja dapat beradaptasi dengan perubahan teknologi yang semakin cepat.









Tinggalkan Balasan