DEPOK | HARIAN7.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok, Muhammad Faizin, menegaskan bahwa momentum Idul Adha 1447 Hijriah harus dimaknai sebagai bentuk gotong royong nasional untuk menghadapi tantangan ekonomi makro.

Hal tersebut ia sampaikan saat memimpin proses penyembelihan hewan kurban di De Alden Camps, Kelurahan Kalimulya, Depok, Kamis (28/5/2026).

Dalam kesempatan itu Faizin menyoroti kondisi ekonomi terkini yang ditandai dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta tren kenaikan harga bahan pokok. Menurutnya, kondisi ini menuntut kepekaan sosial yang tinggi dari para pemimpin masyarakat dan organisasi politik.

“Pelemahan rupiah dan kenaikan harga kebutuhan pokok adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Idul Adha menjadi momentum bagi kita untuk saling menguatkan, khususnya bagi warga yang paling terdampak oleh tekanan ekonomi ini,” ujar Faizin dalam keterangannya.

Dari Pembagian Daging ke Pemberdayaan Ekonomi

Faizin menjelaskan bahwa pembagian daging kurban yang dilakukan PKB Depok total 8 ekor sapi dan 29 ekor kambing bukan sekadar ritual seremonial, melainkan bagian dari jaring pengaman sosial bagi warga tidak mampu, yatim piatu, dan janda dhuafa di seluruh kecamatan.

Namun, ia menekankan bahwa solusi jangka panjang untuk menjaga daya beli masyarakat terletak pada penguatan sektor riil dan ekonomi kreatif.

“Krisis ekonomi global dan naiknya harga minyak dunia memberikan dampak langsung pada harga barang di tingkat konsumen. Oleh karena itu, kita tidak bisa hanya bergantung pada bantuan sosial sesaat. Kita perlu membangun kemandirian ekonomi,” jelasnya.

Faizin mencontohkan pengalaman krisis 1998 di mana sektor UMKM dan ekonomi rakyat menjadi penopang utama pemulihan ekonomi nasional. Ia mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam memberikan stimulus kepada pelaku usaha mikro dan kecil.

Mendorong Gen Z Melalui Ekonomi Creativ

Dalam kesempatan tersebut Faizin mengajak generasi muda (Gen Z) untuk tidak hanya menjadi penonton dalam dinamika ekonomi, tetapi menjadi aktor perubahan melalui kewirausahaan.

Mengingat lapangan kerja formal yang terbatas tidak sebanding dengan jumlah tenaga kerja, Faizin menyampaikan  komitmen PKB Depok untuk menyediakan fasilitas pendukung bagi para pengusaha muda.

“Dalam berbagai kesempatan kami selalu menyampaikan agar generasi muda untuk bisa bangkit dan kreatif dalam mengikuti pelatihan-pelatihan yang kami buat hal bertujuan agar generasi muda dapat mengembangkan skill bisnis agar bisa mandiri secara finansial,” pungkas Faizin.

.