HARIAN 7

JENDELA INFORMASI DAN MITRA BISNIS ANDA

WFH Tiap Jumat untuk ASN Kemenag, Upaya Hemat Energi Tanpa Ganggu Layanan Publik

JAKARTA | HARIAN7.COM – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong percepatan transformasi budaya kerja yang terintegrasi dengan gerakan hemat energi. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Badan Komunikasi RI sekaligus upaya menjaga efisiensi tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa transformasi budaya kerja harus tetap berorientasi pada kepentingan publik. Menurut dia, kualitas layanan pemerintah tidak boleh menurun meski ada penyesuaian pola kerja.

“Langkah transformasi berpihak kepada rakyat. Pastikan layanan publik itu tetap optimal. Kebijakan hemat energi ini semata-mata demi keberpihakan pemerintah kepada rakyat,” kata Thobib melalui Zoom di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:  Dana Bantuan PIP Madrasah Mulai Dicairkan

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penerapan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), khususnya di lingkungan Kemenag, setiap hari Jumat. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi energi, sekaligus menjaga produktivitas pegawai.

Namun, Thobib menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak berlaku untuk seluruh sektor. Layanan publik yang bersifat esensial dan membutuhkan interaksi langsung tetap berjalan seperti biasa.

Sejumlah layanan seperti sektor kesehatan, kebersihan, keamanan, dan kependudukan dipastikan tidak terdampak kebijakan WFH. Di lingkungan Kemenag, Kantor Urusan Agama (KUA) juga tetap beroperasi, termasuk untuk melayani pencatatan pernikahan masyarakat.

Baca Juga:  Taman Wisata Religi Salatiga Jadi Sorotan, Megah di Gerbang, Terbengkalai di Dalam?

Tak hanya menyasar ASN, Kemenag juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan hemat energi. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.

Selain itu, pemanfaatan media sosial dinilai menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan kampanye hemat energi. Thobib mendorong masyarakat ikut aktif menyuarakan gerakan tersebut.

“Jika kita bergerak bersama melalui media sosial masing-masing dengan strategi komunikasi yang tepat, maka gerakan hemat energi dan budaya kerja baru ini akan menjadi sangat kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kades Kohod Ditahan, Bareskrim Ungkap Alasan: Cegah Pelarian dan Hilangnya Barang Bukti

Dalam konteks penyebaran informasi, ia meminta seluruh jajaran humas, baik di pusat maupun daerah, untuk aktif membangun narasi yang konstruktif terkait kebijakan tersebut. Strategi komunikasi yang tepat di media sosial disebut menjadi kunci keberhasilan transformasi.

“Dukungan penuh dari humas sangat diperlukan agar transformasi ini berjalan baik. Ini bukan sekadar perubahan kebiasaan, tetapi perubahan cara berpikir yang strategis dan berorientasi masa depan,” kata Thobib.

Kemenag berharap kebijakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi energi di sektor pemerintahan, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup hemat energi dan berkelanjutan.(Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Berita Lainya

Tutup
error: Content is protected !!